Perludem: Korupsi Tak Mengenal Jenis Kelamin, Fokus Berikan Efek Jera

Politik  MINGGU, 12 JANUARI 2020 , 20:00:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Perludem: Korupsi Tak Mengenal Jenis Kelamin, Fokus Berikan Efek Jera

Titi Anggraeni/Net

RMOLKalbar. Korupsi tidak mengenal jenis kelamin, usia, agama, suku, bahasa, ras, apalagi ormas. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini melalui Twitter pribadinya Sabtu (11/1).
"Maka, fokuslah pada tindak pidana akan perbuatan kriminalnya. Agar penegakan hukum berjalan optimal dan bisa membongkar sampai ke akar," tulis Titi.

Titi menyayangkan bila tindak pidana di-framing karena agama, jenis kelamin, suku, ormas, dan lain-lain.

Menurut Titi, konteksnya bukan itu dan terlalu menyederhanakan masalah dengan menambah masalah baru.

"Makin membuat masyarakat kita terbelah. Fokus harus pada penegakan hukum yang memberi efek jera," pungkasnya.

Kasus paling hangat saat ini adalah OTT terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Wahyu diciduk dengan tiga orang lainnya, yakni Agustiani Tio Fridelina, mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, yang juga orang kepercayaan Wahyu, lalu ada Harun Masiku, calon anggota DPR RI 2019-2024 dari PDIP daerah pemilihan Sumatera Selatan I.

Selain itu, adapula orang kepercayaan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristianto yang bernama Saeful Bahri. [rah]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00