Riset Dan Pengembangan Jawab Tantangan Sektor Pertanian Modern Indonesia

Nusantara  SABTU, 14 DESEMBER 2019 , 16:52:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Riset Dan Pengembangan Jawab Tantangan Sektor Pertanian Modern Indonesia

Midzon Johannis/Ist

RMOLKalbar. Tantangan sektor pertanian di Indonesia saat ini semakin banyak. Mulai dari perubahan lingkungan dan sumber daya alam pertanian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ketahanan, keamanan dan diversifikasi pangan, sumberdaya manusia, regulasi, mekanisasi dan modernisasi sistem pertanian, luasan lahan pertanian, digitalisasi industri yang merambah semua sektor, hingga tren pertanian 4.0.
Untuk menjawab semua tantangan itu, Institute for Food and Agriculture Development Studies (IFADS), mengadakan acara Media Gathering bertajuk 'Strategi dan Kebijakan Pertanian di Indonesia 2019-2024: Pembangunan Pertanian di Era Industri 4.0 dan Kesiapan Milenial Menuju Indonesia Emas 2045' di Jakarta (12/12).

Media gathering ini penting, karena hubungan dan kerjasama yang baik dengan media akan bisa mendukung upaya-upaya dalam menyebarkan berita yang tepat untuk mendukung kemajuan pertanian Indonesia.

Dalam media gathering ini, hadir sebagai pembicara yakni Irsan Rajamin, milenial penggerak pertanian dari Habibi Garden, Midzon Johannis sebagai perwakilan dari Industri Perlindungan Tanaman dan  Perbenihan, Prof. Dr. Ir. Dadang. M.Sc sebagai Ketua Tim Teknis Komisi Pestisida, dan juga Chairman of IFADS, Iskandar Andi Nuhung. Acara media gathering di pandu oleh Sekretaris Jenderal IFADS, Agusdin Pulungan, sebagai moderator.

Dari kalangan Industri Perlindungan Tanaman dan Perbenihan, Midzon Johannis memaparkan pentingnya riset dan pengembangan untuk menjawab tantangan sektor pertanian modern di Indonesia ke depan. Syngenta Indonesia menjadikan riset dan perspektif petani sebagai aspek fundamental dalam pengembangan teknologi perlindungan tanaman dan benih.

Data riset yang dihasilkan menjawab kontribusi teknologi Syngenta terhadap kualitas dan keamanan pangan, peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani serta penanganan tantangan lingkungan pertanian.

"Kami juga mempunyai banyak program yang mendukung Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kapasitas petani kecil seperti meningkatkan produktivitas melalui Klub 10 Ton, menyusun rantai pasokan terpadu dan model pembiayaan mikro, mengadakan pelatihan bagi Usaha Kecil Menengah dalam program Partner Grow, pelatihan manajemen keamanan dan kesehatan bagi petani dalam program Stewardship, mengadakan Pusat Pembelajaran Pertanian Syngenta (Syngenta Learning Center), dan Expo pertanian di berbagai wilayah di Indonesia," kata Midzon Johannis. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00