ARB: Jika Siap Jadi Ketum Golkar, Harus Bersedia 'Nyapres' Di 2024!

Politik  KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 09:59:00 WIB | LAPORAN: SUGIHARTA YUNANTO

ARB: Jika Siap Jadi Ketum Golkar, Harus Bersedia 'Nyapres' Di 2024!

Aburizal Bakrie/Net

RMOLKalbar. Drama munas Golkar tidak hanya menyimpan cerita tentang persaingan kontestasi perebutan kursi ketua umum Partai Golkar, tetapi terkait momentum pemilihan Presiden 2024.
Salah satu senior partai Golkar sekaligus mantan ketua umum Partai Beringin tersebut, Aburizal Bakrie (ARB) yang lebih akrab disapa 'Ical', menjelaskan tentang harapannya kepada calon ketua umum terpilih partai Golkar nanti agar bisa ikut berkontestasi di pilpres 2024.

"Saya mendampingi saudara airlangga. Sering sekali berdiskusi tanpa saya sampaikan keluar. Diskusi mengenai hal berat maupun ringan. Tentu ada kesamaan pendapat maupun tidak. Pada umumnya penetapan hal strategis kita selama ini punya satu pendapat yang sama. Termasuk pada waktu kita menetapkan saudara Bamsoet selaku ketua MPR dan saudara Azis wakil ketiu DPR. Kita tetapkan bersama. Karena itu lah yang harus dipenuhi sebelum Golkar mencalonkan kadernya untuk lembaga lain," kata Ical, Rabu (4/12).

Ical juga menyebutkan di ajak untuk berdiskusi tentang pemilihan calon ketua umum Golkar di Munas Partai Golkar.

"Saya kemarin merasa sangat terharu, karna saya diajak ketum ke tempatnya pak Luhut. Membicarakan masalah ekonomi, kenapa di tempat pak Luhut, karena pak Luhut Menko Maritim Airlangga Menko Ekonomi, kita bicara masalah ekonomi, kita bicara mengenai masalah ekonomi yang berat dan akan bisa bertambah berat kalau keadaan politik yang tidak benar," jelas Ical.

Terkait dengan keputusan Bamsoet yang memutuskan mengundurkan diri dari pencalonan ketua umum Partai Golkar, Ical mengungkapkan demi Partai Golkar dan Indonesia.

"Saat itu kita diskusi alangkah baiknya bila Golkar selaku partai yang sangat mempengaruhi keadaan politik di Indonesia itu, dapat berlangsung munasnya dengan damai, melihat dan berbicara tentang hal itu, pak Bamsoet langsung menyatakan kalau begitu saya tidak ikut lagi dalam pencalonan ketum Golkar," terang Ical

Ical juga memberikan arahan dan masukan positif bagi perkembangan dan kemajuan bagi visi Partai Golkar ke depan.

"Saudara saudara, saya gembira bahwa yang disampaikan saudara Ketum sudah memenuhi syarat untuk dapat diterima dengan bulat oleh munas sebagai LPJ, saya pernah berdiskusi dengan saudara Airlangga secara berdua. Saya katakan kepada saudara Airlangga, kalau saudara ingin menjadi ketum, saya sampaikan arahnya tidak pada ketum itu saja. Saudara harus siap menjadi Presiden RI ke depan, itu pesan saya jauh sebelum ada munas," tandas Ical. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00