Warga Rasau Jaya Tiga Rayakan Kesukseskan Pilkades Dengan Pagelaran Wayang Kulit

Daerah  SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 08:50:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Warga Rasau Jaya Tiga Rayakan Kesukseskan Pilkades Dengan Pagelaran Wayang Kulit

Pertunjukan Wayang Kulit/Ist

RMOLKalbar. Masyarakat Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya punya cara tersendiri dalam merayakan kesukseskan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Jika di tempat-tempat lain dirayakan dengan syukuran, warga di desa tersebut merayakan suksesnya penyelenggaraan Pilkades dengan menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Sabtu (30/11).
Desa Rasau Jaya Tiga memang baru saja usai menghelat Pilkades pada 16 November lalu. Pilkades yang berlangsung serentak di 60 desa se-Kubu Raya itu pun kembali dimenangkan oleh Iin Sumirat, cakades petahana yang sudah menjabat selama dua periode.

Perayaan suksesnya penyelenggaraan Pilkades semacam ini mendapat pujian dari Camat Rasau Jaya Suhartono. Ia berujar, perayaan seperti ini patut dijadikan contoh oleh desa-desa lainnya dengan memanfaatkan kearifan lokal di daerah masing-masing.

Suhartono menuturkan, perayaan ini juga sekaligus menandai berakhirnya tahapan Pilkades di Rasau Jaya Tiga. Dengan begitu, lanjut dia, masyarakat yang sebelumnya terkotak-kotak karena perbedaan pilihan cakades juga mesti bersatu kembali dan mendukung program-program kades terpilih.

"Pak Iin Sumirat tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Beliau membutuhkan dukungan dari semua lapisan masyarakat. Karenanya, usai Pilkades ini saya harapkan kita semua bisa kembali bersatu mendukung kades terpilih agar desa ini makin berkembang," ucapnya di hadapan masyarakat.

Pernyataan Suhartono turut diamini oleh Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo. Dirinya yang turut hadir pada kesempatan tersebut juga menyerukan masyarakat untuk kembali bersatu setelah berakhirnya proses Pilkades. Bahkan, Bendahara DPD PDIP Kalbar itu secara khusus meminta kades terpilih untuk merangkul lawan politiknya ketika Pilkades lalu.

"Kades terpilih untuk merangkul semua masyarakat pasca Pemilihan Kepala Desa. Pastinya ada residu, ya meninggalkan terkotak-kotaknya kompetisi walaupun di tingkat desa. Dalam hal ini perlunya kades terpilih untuk merangkul kompetitor kemarin. Harus bersatu kembali untuk kemudian bersama-sama membangun desa," ucapnya.

Di momen tersebut, Sujiwo juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Jawa yang senantiasa merawat kelestarian wayang kulit. Ia berharap, generasi muda bisa ikut menjaga kelestarian budaya semacam ini agar tidak punah di kemudian hari.

"Saya mengajak masyarakat, khususnya masyarakat Jawa yang mempunyai budaya wayang untuk menjaga kelestarian ini. Karena, semakin hari orang yang berminat kepada seni budaya wayang ini semakin berkurang, kecuali orang-orang tua. Kalau anak-anak muda itu sudah tidak terlalu berminat. Karena ini budaya asli Indonesia, tentunya harus kita jaga bersama-sama," harapnya.

Selain merayakan suksesnya penyelenggaraan Pilkades, pertunjukan wayang kulit semalam suntuk juga dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional dan Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 7 November dan 10 November lalu.

Pertunjukan wayang kulit dengan lakon Lahire Wisanggeni itu didalangi oleh Ki Kuswanto dengan diiringi musik gamelan dari Paguyuban Mustiko Buono dan dari akademisi Program Seni Tari dan Musik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00