Napak Tilas Asal Usul Dan Kisah Kerajaan Selimbau

Budaya  KAMIS, 28 NOVEMBER 2019 , 19:47:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Napak Tilas Asal Usul Dan Kisah Kerajaan Selimbau

Foto/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Kapuas Hulu bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tanjungpura Pontianak menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Sejarah Kerajaan Selimbau di Hotel Merpati, Pontianak, Kamis siang (28/11).
FGD ini menghadirkan tamu undangan dari berbagai kalangan akademisi, serta bertindak sebagai pemateri, Ketua Tim Peneliti, yakni Dr. Ir. Ahmad Tohardi, M.M., dengan anggota tim, diantaranya Dr. H. Arifin, S.Sos., M.A.B., Ir. Marjoko Purnomosidi, M.Si., Supriyono, S.E dan Ade Putra.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Tohardi menyatakan bahwa penelitian tentang Sejarah Kerajaan Selimbau di mulai dari tahun 2017, yang dibuka langsung oleh Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir.

"Berdasarkan Sejarah berdirinya kerajaan selimbau, Raja Pertama adalah Abang Windu, sebagai perantau dari Kerajaan Majapahit, dengan menggunakan perahu hingga terdamparlah di daerah Selimbau. Dari sinilah cikal bakal mulai berdirinya Kerajaan Selimbau," tuturnya.

Ahmad Tohardi membeberkan terkait tujuan asal mula terbentuknya Kerajaan Selimbau yakni sebagai misi dalam penyebaran agama Hindu dari Kerajaan Majapahit, berawal dari Ketapang, Sintang, lalu berakhir di Kapuas Hulu.

Menurutnya, asal usul kata 'Selimbau' berasal dari padanan dua kata, yakni 'Selim' dan 'Nabau', yang arti dari 'Selim' adalah salam atau selamat, sedangkan 'Nabau' memiliki artinya puake, naga, ular sawa atau ular tedung (cobra).

"Dalam legenda, Nabau atau Naga/Ular tersebut berada di sebuah lubang, yang memiliki ukuran sebesar batang kelapa atau sebesar kepala manusia. Kisah legenda tersebut penuh dengan nuansa mistik, serta diyakini oleh masyarakat setempat bahwa Nabau atau Naga/Ular tersebut masih berada di dalam lubang tersebut," jelasnya.

Namun, lanjutnya, asal usul padanan kata 'Bau' pada kata 'Selimbau' masih kontroversi. Pada versi yang berbeda, ada yang meyakini bahwa padanan kata 'Bau' berasal dari kata 'Penimbau', yang artinya perahu.

"Menurut sejarah, Raja Ke-1 Kerajaan Bunut, meminta restu kepada Raja Selimbau untuk mendirikan Kerajaan Bunut. Lalu, terkait Ibukota Kerajaan Selimbau, tercatat sempat mengalami 3 kali perpindahan lokasi, yakni pada masa Raja ke-1 berawal didirikan di Ujung Pelimbang, pada masa Raja ke-15 sampai dengan ke-17 berada di Titian Beras, terakhir pada masa Raja ke-18 dan seterusnya menetap di Batang Terus, karena saat itu merupakan masa peralihan dari kerajaan bercorak Hindu menjadi kerajaan bercorak Islam," bebernya.

Ahmad Tohardi menerangkan bahwa saat penelitian tengah berlangsung, tim peneliti banyak menemukan hal-hal yang menarik, diantaranya tempat/wadah nasi yang terbuat dari keramik yang disinyalir dapat menyimpan nasi lebih tahan lama hingga seminggu.

Lalu, sambungnya, kisah seorang pemegang kunci Ka'bah dan Makam Rasulullah di Mekah yang dimakamkan di kawasan Kerajaan Selimbau.

"Dikisahkan, dahulu Raja ke-19 sering melakukan umrah ke tanah suci Mekah, lalu membeli sebidang tanah di depan Ka'bah dan membuka semacam kedutaan Selimbau di sana. Namun, saat Wahabi berusaha mencoba menghancurkan Ka'bah, kunci tersebut kemudian dibawa lari hingga sampai ke Kerajaan Selimbau,"

Untuk diketahui, konon kunci tersebut terbuat dari emas dengan berat sekitar 0,5 kilogram. Selain fenomena emas beranak, masih banyak lagi kejadian aneh di luar nalar yang kerap kali ditemui tim peneliti saat melakukan penelitian tentang Sejarah Kerajaan Selimbau ini.

"Persebaran Kerajaan Selimbau ini diketahui sampai ke daerah Sarawak dan Brunei Darussalam. Ironisnya, kini pada bangunan masjid peninggalan Kerajaan Selimbau identitas keaslian sejarahnya lama kelamaan semakin menghilang," tukasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00