Kebijakan Menteri Nadiem Harus Mengacu Pada Prinsip Peningkatan Mutu Pendidikan

Pendidikan  SELASA, 26 NOVEMBER 2019 , 09:56:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Kebijakan Menteri Nadiem Harus Mengacu Pada Prinsip Peningkatan Mutu Pendidikan

Mendikbud RI, Nadiem Makariem/Net

RMOLKalbar. Pidato Menteri Nadiem Makariem, yang viral di medsos media mainstream karena beberapa poin penting yang menarik perhatian, guru merdeka belajar dan guru penggerak.
Ide ini sebenarnya senada dengan semangat dan Motto Ikatan Guru Indonesia (IGI), yakni 'Sharing and Growing'.

Sharing merupakan wujud dari guru yang tergerak lalu berusaha untuk menggerakkan guru lainnya untuk terus tumbuh bersama-sama.

Langkah konkret yang bisa di tempuh Menteri Nadiem adalah dari segi kebijakan, diantaranya adalah melaksanakan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan, mengembangkan kemitraan dalam pendidikan dengan cara meningkatkan partisipasi publik dalam peningkatan mutu pendidikan, pengembangan model penjaminan mutu pendidikan, serta melakukan evaluasi program pelaksanaan peningkatan mutu pendidikan.

Fungsi tersebut diturunkan dan diterjemahkan dalam bentuk Program dan Kegiatan yang menghasilkan output yang SMART (Spesifik, Terukur, dapat dicapai, masuk akal dan ada target waktunya). Yang menjadi target dan tujuan adalah Peningkatan 8 Standar Nasional Pendidikan di Kalimantan Barat.

Standar Nasional Pendidikan tersebut telah ditetapkan dan tertuang dalam PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang disempurnakan dan diubah dua kali, yaitu melalui PP 32 Tahun 2013 tentang perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, serta disempurnakan kembali melalui PP 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua PP 19 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Pemerintah mengatur penjelasan lebih rinci mengenai PP 19 Tahun 2005 tersebut, dengan menerbitkan Permendikbud yang menjelaskan 8 Standar Nasional Pendidikan tersebut lebih rinci.

Sebelum kita menetapkan sebuah Kebijakan, Program dan Kegiatan untuk memenuhi Fungsi yang ditetapkan, ada Prinsip yang harus di pegang bersama.

Menurut saya, prinsip-prinsip Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan yang minimal harus ada adalah sebagai berikut:

1. Berpusat Pada Peserta Didik dan Lingkungan
2. Beragam dan Terpadu
3. Tanggap terhadap Iptek dan Seni
4. Relevan dengan Kehidupan
5. Menyeluruh dan Berkesinambungan
6. Belajar Sepanjang Hayat
7. Kepentingan Nasional dan Daerah
8. Mandiri
9. Partisipasi Publik
10. Sharing and Growing

Prinsip-prinsip diatas tidak saya jelaskan lebih rinci karena terlalu teoritis. Berdasarkan pengalaman saya bersama salah satu organisasi guru, ada beberapa alternatif langkah yang bisa kita lakukan.

Kalau kita baca dan print peraturannya, akan sangat banyak dan sedikit sulit menerjemahkan. Tetapi untuk mengoperasionalkannya dengan mengacu ke prinsip-prinsip tadi bukanlah hal yang sulit. [ben/***]


Dodi Iswanto
Penulis adalah Ketua Wilayah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kalbar


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00