Ide Gila Meninggalkan Kepraktisan, Demi Gerakan Ekologi!

Nusantara  MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 13:25:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Ide Gila Meninggalkan Kepraktisan, Demi Gerakan Ekologi!

Syarif Syamsurrizal/Ist

RMOLKalbar. Tulisan ini saya buat karena hadirnya inspirasi dari berbagai pihak, dan kesadaran pribadi atas keprihatinan diri terhadap proses pelaksanan sebuah konsep gerakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang selalu hadir di tiap Tanfidz Muktamar, yaitu komitmen IPM dalam gerakan 'Ekologi'.
Secara tertulis gerakan Ekologi IPM dalam tiap tanfidz dari masa ke masa selalu ada, namun memang namanya bervariasi, seperti yang termaktub dalam tanfidz Muktamar IPM XXI Sidoarjo, nama gerakan ekologi yang di usung adalah 'Student Earth Generation' (SEG).

Saya ingin kita berfokus pada kantong kresek, sebagai bagian dari sampah-sampah rumah tangga yang dominan, kantong adalah salah satu benda yang waktu urai nya lama, dan akhirnya menumpuk hingga menggunung.

Selain plastik kresek botol-botol minum dan wadah2 plastik atau sterofom yang butuh ratusan tahun untuk terurai juga bagian dari masalah kita semua yang tak usai.

Kalau kita pernah menyaksikan video-video soal kerusakan lingkungan dan sampah di laut yang tersangkut di hewan tentu hati kita terenyuh dan seketika bertanya siapa sih yang buang sampah itu di laut, tanpa sadar ternyata kita bagian dari mereka, mereka yang membuang sampah sembarangan pada akhirnya sampah-sampah kita itu tanpa sadar tidak punya tempat dan berakhir di sungai atau laut.


Mengirim Sinyal Upaya Nyata

Tanwir Sebagai sebuah agenda representasi Pusat yang mewakili jadi diri IPM secara utuh kepada stakeholdsf sebenarnya sedang di uji, di uji untuk membuktikan daya dan upaya IPM untuk melaksanakan perkataannya sendiri, melaksanakan upaya nyata sebuah program baik yang menunggu bukti perbuatan konkritnya.

Untuk itu sebagai bagian dari Tuan Rumah Tanwir, Saya merasa perlu adanya upaya nyata di mulainya sebuah kampanye tentang, Bagaimana pimpinan IPM bisa mengurangi penggunaan plastik untuk kegiatan internal organisasinya?.

Jawabannya, dimulai dari kesadaran tentang menyadari bahwa program bukan sekedar retorika tapi aksi nyata.

Saya pernah di tanyai salah seorang adik SMA soal ini, 'Bang, kan IPM tuh punye gerakan ekologi ye, pengurangan sampah plastik, kok kite masih pake Air kemasan di forum-forum dan aktivitas perkaderan?'. Seketika saya terenyuh dengan pertanyaan ini, saya tersadarkan atas pernyataan ini namun apa daya kepraktisan mengalahkan semua, pilihan ini kita pilih karena tidak merepotkan dan semua tetap begitu.

Beberapa waktu lalu sahabat saya 'Alfa' seorang kader IPM Jatim yang saat ini bagian dari sebuah Tim yang di bentuk Bidang Organisasi PP bernama KISO menulis artikel di kolom opini ipm.or.id yang berjudul '10 Ide Kreatif Mengelola Kegiatan IPM Berorientasi Ramah Lingkungan'.

Dari tulisan tersebut saya sadar ternyata agenda ini harus kita mulai dari hal-hal kecil, seperti membiasakan diri bawa tumblr, mengganti wadah makan dengan yang organik atau piring cuci, menghilangkan air kemasan dari forum-forum IPM dan lain-lain.

Agaknya ini adalah ide gila, bagaimana mungkin segala kemudahan hidup ini bisa kita tinggalkan dan kembali primitif (dalam arti kembali tak praktis).

Tapi tentu tak ada yang mustahil dikerjakan dalam hidup kita, jika ada kemauan pasti ada jalan, karena kita percaya bahwa semua berawal dari niat yang di wujudkan.

Terima kasih sudah menulis ini saudaraku, dari tulisan ini muncul api yang kian lama kian besar untuk mewujudkannya, saya merasa harus memulainya.

Api itu pun ikut membara ketika di suatu waktu saya ikut majelis ilmu seorang ustad, ia berceramah bukan tentang hal biasanya, ia menyampaikan kembali satu ayat quran yang membuat saya berfikir kembali..

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)," (QS. Ar-Rum 30: Ayat 41).

Ia menjelaskan ayat ini adalah sebuah peringatan atas apa yang kita alami selama ini, bencana alam yang hadir, tak serta merta tuhan turunkan begitu saja, ada sebab-sebab manusia yang menyebabkan itu semua.

Banjir misalnya, hadir karena mampetnya selokan, menyusutnya lahan terbuka, merebaknya lahan pemukiman, volume sampah rumah tangga bertambah, dan jadilah banjir atas konsekuensi itu semua.

Bencana sederhana yang berawal dari kita , tentu masih banyak lagi belum lagi bicara tentang perubahan iklim, dan berkurangnya kualitas air semua itu karena kita 'manusia'.

Tentu segala perbuatan kita akan di hisab dan di pertanggung jawabkan, termasuk sampah-sampah yang tanpa sadar merugikan kehidupan kita dan banyak orang lain.

Begitulah kira-kira ia menyampaikan pesan ini dan membuat saya tertegun merefleksi diri.


Dari Pontianak Untuk Indonesia

Dari tulisan panjang lebar ini saya selaku penghuni tanah Khatulistiwa yang masih jauh dari kata sempurna dan masih dhoif hendak mengajak teman-teman seperjuangan semua untuk merenung dan meresapi sama-sama tentang tanggung jawab pribadi kita masing-masing

IPM dari tingkat Pusat hingga wilayah yang terlibat dalam perhelatan tanwir ini, ayo jadikan momen tanwir ini sebagai upaya pembuktian komitmen ekologi kita dari hal - hal kecil bukan untuk menghilangkan total tapi berupaya sedikit demi sedikit untuk selanjutnya terus konsisten pelan-pelan mewujudkan upaya2 sederhana seperti menggunakan tumblr, mengurangi penggunaan botol plastik, dan menggunakan wadah makan dari alas yang dapat terurai

Saya tau ini berat, berat di panitia dan tentu berat di tiap pribadi, karena memulai sesuatu yang baik kadang harus memaksa.

Kami panitia lokal berkomitmen untuk semaksimal mungkin mewujudkan upaya tersebut, namun tentu peran serta teman-teman peserta dan seluruh stake holder amat penting untuk sama-sama mensukseskan upaya bersama ini.

Saya percaya dan yakin teman-teman pimpinan semua adalah orang-orang terpilih dan tentu sebagai orang terpilih, kita mempunyai pilihan yang tepat untuk turut andil dalam hal ini atau tetap nyaman dengan kondisi semula dan hanya menjadikan agenda ekologi sebagai retorika dan habis di ruang-ruang diskusi belaka

Terakhir, mari sukseskan Tanwir Di Pontianak tanggal 15-17 November 2019 mendatang.

Awak Datang Kamek Sambot.

[ben/***]


Syarif Syamsurrizal
Penulis adalah Ketua PW IPM Kalbar



Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00