'Ngebacot' Temperamental

Lifestyle  JUM'AT, 01 NOVEMBER 2019 , 09:43:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

'Ngebacot' Temperamental

Ilustrasi/Net

RMOLKalbar. Era digitalisasi saat ini tengah berkembang pesat, bagaikan arus di sungai riam yang meluap deras, yang barang siapa terikut arusnya maka akan dipaksa hanyut tergulung-gulung didalamnya.
Artinya, ada unsur pesan tentang kehati-hatian dalam menyikapi perkembangan pesat dari teknologi, terutama pada perkembangan teknologi informasi dalam aplikasi di Media Sosial (Medsos).

Manusia tak terlepas dari 'khilaf'. Itu adalah kalimat bijak yang sering dilontarkan para orang tua dari masa ke masa, kapanpun dan dimanapun, serta berlaku bagi setiap insan yang 'berotak'.

'Berotak', merupakan suatu kata berkonotasi negatif, yang ketika dilontarkan dapat membuat orang 'Naik Pitam' bagi yang sensitif. Bagi yang 'Selow', pastinya akan biasa saja.

Kembali lagi, 'Berotak' juga artinya berfikir, yakni berfikir bahwa tindakan yang dilakukannya sudah benar atau tidak melanggar nilai-nilai yang berlaku di masyarakat ataupun agama.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa para netizen di berbagai Medsos seringkali membuat suatu publikasi terkait status kondisinya saat itu.

Tak ayal, ada yang kadang seolah menjadi seorang yang bijak, dengan segudang kata-kata 'menariknya'. Bahkan rutin sekali frekuensi publikasinya tentang hal serupa. Padahal 'jiplak' dari sebelah.

Bukan bermaksud sentimen, namun justru lebih ke arah penyadartahuan bahwa mesti ada suatu 'rem' saat berselancar di Medsos. Artinya, harus ada batasan-batasan dalam privasi yang sepantasnya.

Terkadang sering kita temukan di beberapa Medsos, seperti Facebook, Instagram, Twitter dan lainnya. Antar Netizen sering 'baku hantam' di dunia maya, terlebih sampai diseret-seret dan berujung ke ranah hukum.

Terkadang, hal-hal yang diperdebatkan tersebut turut menyulut emosi Netizen lainnya, sehingga permasalahan semakin melebar.

Unlike, Unfollow dan lain sebagainya, menjadi upaya tindakan ringan yang dilakukan mereka. Namun, tak cukup sampai di situ, permasalahan terkadang merembet sampai ke dunia nyata. Tak ayal terkadang upaya menyakiti secara fisik juga tak bisa dihindari, bagi mereka yang tak dapat menahan diri. [ben]


Penulis adalah Pemerhati Media Sosial


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00