Kedepankan SDGs, BPDP Dorong Adanya Energi Terbarukan

Ekbis  RABU, 11 SEPTEMBER 2019 , 15:07:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Kedepankan SDGs, BPDP Dorong Adanya Energi Terbarukan

Kadiv BPDP Kelapa Sawit Kemenkeu RI, Fajril/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar Seminar 'Pengembangan Industri Kelapa Sawit Menuju Kemandirian Energi' di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Rabu (11/9).
Berdasarkan list yang ada, kegiatan seminar ini mengundang sebanyak 26 Media yang ada di Kalbar, baik dari Media Televisi, Media Cetak, Media Online dan Radio.

Tujuan dari digelarnya seminar ini adalah untuk meningkatkan kompetensi wartawan dan humas pemerintah tentang Industri Kelapa Sawit Indonesia.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di beberapa kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Aceh dan Padang.

Bertindak selaku moderator yakni, Tofan Mahdi. Dalam pengantarnya, ia memaparkan bahwa kita patut bangga kepada Indonesia, karena Indonesia punya sawit.

"Ada pikiran sederhana, yang optimis, Indonesia bisa menjadi negara besar dengan mengoptimalkan produk sawit," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) merupakan Badan Layanan Umum yang di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

"Dana yang dikelola oleh BPDP inilah yang akan digunakan untuk pengembangan sawit. Saat ini, sawit tengah jatuh, namun ada kenaikan harga di kuartal ketiga tahun 2019. Namun, kita msh bisa berharap pangsa pasar minyak sawit dalam negeri utk lebih optimal," tuturnya.

Setelahnya, Kepala Divisi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, Fajril mengungkapkan, BPDP adalah badan di bawah Kemenkeu RI, untuk menyalurkan dana terkait kebutuhan strategis.

"Saat harga sawit drop, maka kita mencari solusi terhadap industri sawit, sehingga pemerintah diharuskan untuk turun tangan. Maka dibuatlah skema tentang pengoptimalan pasar biodiesel," ungkapnya.

Menurutnya, sawit saat ini tengah di dorong sebagai sumber energi terbarukan, seperti biodiesel. Manfaat biodiesel, diantaranya dapat mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Secara volume, ekspor kita meningkat. Namun, kita masih tergantung pada permintaan di luar negeri karena masih tergantung pada ekspor itu sendiri," bebernya.

Ia menambahkan, target kita adalah untuk mengurangi efek rumah kaca, dengan mengedepankan Sustainable Development Goals (SDGs).

"Mengapa sawit? Karena sawit adalah tanaman paling produktif. Kita perlu balance dengan membuka pasar di dalam negeri untuk industri dalam negeri. Dari sawit ini, beberapa bagiannya bisa dimanfaatkan, seperti cangkang, serabut dan limbah cairnya," ujarnya.

Ia yakini, sawit dapat menciptakan geliat ekonomi bangsa, terutama tentang dibukanya lapangan pekerjaan.

"Pengurangan kemiskinan, gizi dan banyak hal manfaat SDGs yang bisa didapatkan dari sawit. Contohnya, Pilot Project di Belitung, ada konsep biogas untuk pemanfaatan menjadi energi listrik. Dasar Hukum Program Biodiesel, Kita punya dana untuk Sarana dan Prasarana (Sapras), tapi line-nya tetap melalui Kementan," ungkapnya.

Saat ini, rencana ke depan, pihaknya juga telah mendorong adanya energi terbarukan.

"Agar produk dapat diterima di luar negeri, maka yang kita perlukan adalah data yang riil. Yang menjadi pokok hal yang kita lakukan, BPDP bersama BPS tengah memperbaharui data terkait sawit di Indonesia," pungkasnya mengakhiri. [ben]


Komentar Pembaca
Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19

Kalimantan Timur Minta Jatah Menteri

Kalimantan Timur Minta Jatah Menteri

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 , 23:02:24

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00