Gubernur Terima Rombongan Perwira Sespimti Polri

Daerah  KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 07:04:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Gubernur Terima Rombongan Perwira Sespimti Polri

Sutarmidji saat menerima Sespimti Polri/Humas

RMOLKalbar. Gubernur Kalbar H. Sutarmidji menerima kunjungan rombongan perwira sespimti polri angkatan ke-28 yang sedang menjalani pendidikan dan pelatihan calon perwira tinggi polri di sekolah staff dan pimpinan tingkat tinggi (sespimti) di Ruang Praja 1 kantor Gubernur Kalbar, Senin (19/8).
Para siswa didik ini tengah menjalani kuliah kerja profesi (KKP), sebagai bagian penting menimpa pengalaman dan pengetahuan dari berbagai lembaga yg akan terkait dan di butuh kan saat bekerja di masa depan.

Dalam paparannya di hadapan Siswa didik KKP, Gubernur Kalbar menceritakan di berikan pertanyaan, bagaimana pendapat terkait dengan kebijakan dan strategi kapwolda untuk menangani tindakan tindak pidana trans nasional terutama di perbatasan.

"Apa yang dimiliki saat ini semua sudah lengkap terutama di Entikong tapi ada yang katanya belum di gunakan," katanya.

Kemudian untuk border-border yang sudah di resmi mungkin lebih mudah menanganinya, untuk itu masih butuh penanganan yang serius.

Di sisi lain juga, lanjutnya, kita kadang buat aturan-aturan misalnya mobil malaysia masuk ke kita harus bayar 400 ribu nah mobil kita masuk sana tidak perlu bayar nah mobil mereka masuk ke kita cuma 2 dalam satu hari mungkin dan dari kita 8 dan kalau mereka mau perlakukan seperti itu yang ruginya kan kita.

"Kadang pemerintah daerah belum bisa memanfaatkan keberadan border itu secara maksimal, sehingga tidak ada keuntungan ekonomi yang di dapat, harusnya itu menjadi salah satu titik pertumbuhan yang baik, justru perbatasan ini jika tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan hal hal yang tidak di inginkan," jelasnya.

Jadi kebijakan polda selama ini bagus karena justru kita liat pengungkapan masuknya sabu itu sangat besar.

"Saya mengapresiasi juga bahkan beberapa ditangkap dengan menggunakan kapal nelayan," ujarnya.

Dijelaskannya, selama ini sudah bagus, artinya tindak pidana transnasional, terutama barang-barang yang berbahaya. [ben]


Komentar Pembaca
Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19

Kalimantan Timur Minta Jatah Menteri

Kalimantan Timur Minta Jatah Menteri

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 , 23:02:24

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00