Mengenal Lebih Dekat PLTU Parit Baru Site Bengkayang

Ekbis  KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Mengenal Lebih Dekat PLTU Parit Baru Site Bengkayang

Saat kunjungan/RMOLKalbar

RMOLKalbar. PLN Kalbar, melakukan Media Touring ke Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas, dengan membawa beberapa awak media. Kunjungan diawali ke Proyek PLTU Parit Baru Site Bengkayang (PBSB), Rabu siang (21/8).

Menurut General Manager PLN UIP Kalbagbar, Rachmad Lubis, masuknya 2 unit mesin PLTU berkapasitas 2 X 50 MW ini pastinya akan semakin memperkuat sistem kelistrikan Khatulistiwa.

"Selain meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Khatulistiwa, pengoperasian 2 unit mesin PLTU berkapasitas 2 X 50 MW ini pastinya akan menekan biaya pokok produksi listrik di Kalbar sebab seluruh mesin PLTD yang berbahan bakar solar yang notabene berbiaya mahal akan dihentikan pengoerasiannya. Kalau dihitung secara matematis, beroperasinya 2 unit mesin PLTU berkapasitas  2 X 50 MW berarti PLN dapat melistriki sekitar 90 ribu lebih pelanggan baru dengan daya rata-rata 1.300 VA," jelas Rachmad Lubis.

Dikatakannya pula, keberadaan PLTU Parit Baru Site Bengkayang ini diharapkan juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar sebab akan menyerap tenaga kerja lokal yang berasal dari masyarakat sekitar. Untuk masyarakat yang berada disekitar lokasi PLTU telah dilaksanakan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bantuan dana CSR yang digulirkan sejak tahun 2016 lalu.

Program CSR tersebut antara lain pemberdayaan masyarakat nelayan dan bantuan perlengkapan nelayan, bantuan sarana ibadah, kesehatan serta olahraga bagi masyarakat sekitar PLTU, dan program lainnya.

"Pada bulan Mei 2019 lalu kami juga telah melaksanakan pelatihan Teknisi sepeda motor bagi bagi anak-anak muda yang berada disekitar PLTU. Kami berharap masyarakat yang berada disekitar lokasi PLTU juga mendapatkan manfaat dan keberkahan dari keberadaan  PLTU tersebut," ungkap Lubis.

Manager PLN UPP Kitring Kalbagbar 3, Benaya S. Winowoda menyatakan, dalam pelaksanaan pembangunan, melibatkan jasa konsultan untuk sesuai spesifikasi dengan benar, yakni PLN Engineering.

Benaya menambahkan, operasional dan pemeliharaan selanjutnya diserahkan dan dikelola oleh Kiplur Kalbar.

Ia juga memaparkan terkait manfaat yang diperoleh atas Proyek Parit Baru Site Bengkayang.

"Manfaat yang pertama, akan menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP) dari PLN Kalbar. Kedua, dapat meningkatkan kehandalan sistem kelistrikan kalbar dan menggenjot penjualan listrik, serta ketiga, mampu memberdayakan penduduk lokal dengan membuka lapangan pekerjaan di sekitar site," ungkapnya.

Asisten Manager PLTU PBSB, Faisal menerangkan, pengerjaan proyek ini sudah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama terkait dampak lingkungannya.

"CSR sejak tahun 2016, penerima manfaatnya untuk masyarakat di sekitar proyek kita. Terutama saat menjelang Idul Fitri sering memberikan bingkisan kepada masyarakat sekitar proyek," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLKalbar.

Faisal menyatakan, tahap tes kehandalan juga dilakukan, dengan cara pembangkit diaktifkan selama 30 hari, jika ada gangguan, maka akan dilakukan pengetesan ulang dari awal.

"Sekitar 10-12 jam baru dapat menghasilkan listrik, di mulai dari pembakaran. Jikapun ada gangguan, untuk penyalaan ulang tidak perlu menunggu waktu selama itu, tak butuh waktu lama bisa dijalankan kembali," tuturnya.

Faisal menambahkan, untuk suplai bahan baku batu bara diambil dari Riau, menggunakan jalur laut dengan kapal tongkang.

Terkait tenaga kerja, Faisal membeberkan bahwa tenaga kerja saat ini berasal dari perekrutan PLN.

"Tenaga kerja, karena proses konstruksi dan COD sudah selesai, sekarang tenaga kerja diarahkan ke pengoperasian. Sebanyak 26 pendamping dari China, diperbantukan untuk pendampingan kepada operator terkait pengoperasian, secara tak langsung dari ruang kendali," imbuhnya.

Terkait efisiensi, Faisal menyatakan bahwa efisiensi yang ditimbulkan sebesar setengah dari produksi di PLTD.

"Untuk suplay bahan baku batu bara, tentunya disuplai secara berkala, agar suplai tak terputus," katanya.

Faisal juga menyinggung terkait Pembinaan CSR bagi masyarakat sekitar site.

"Tahun 2016 pernah bantu kapal nelayan dan pelatihan pengelolaannya. Mengajak nelayan di sekitar proyek untuk turut merasakan manfaatnya," pungkasnya.

Meskipun secara seremonial belum diresmikan, PLTU seluas 45 hektar ini telah mampu tersambung dengan sistem kelistrikan yang ada. Dengan pasokan listrik yang semakin baik di Sistem Kelistrikan Khatulistiwa ini nantinya dapat meningkatkan iklim positif berinvestasi dan mendorong kemajuan ekonomi di Kalimantan Barat. [ben]


Komentar Pembaca
Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19

Kalimantan Timur Minta Jatah Menteri

Kalimantan Timur Minta Jatah Menteri

SENIN, 09 SEPTEMBER 2019 , 23:02:24

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00