Zulfy: Partisipasi Masyarakat Untuk Sadar Dampak Karhutla Itu Penting!

Daerah  SELASA, 13 AGUSTUS 2019 , 08:32:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Zulfy: Partisipasi Masyarakat Untuk Sadar Dampak Karhutla Itu Penting!

Zulfydar Zaidar Mochtar/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Maraknya kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalbar, tentunya berdampak secara langsung kepada masyarakat pemukiman, baik yang di kawasan perkotaan maupun di pedesaan.
Terkait hal itu, saat ditemui oleh Redaksi RMOLKalbar, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar, S.E., M.M menuturkan bahwa hal ini tidak bisa dilimpahkan kepada Pemerintah atau Aparat Keamanan saja.

"Ini harus menjadi partisipasi masyarakat, terutama yang memang melakukan pembersihan lahan (Land Clearing) dengan cara membakar. Ayolah berhenti, kalo pun dari masyarakat ataupun dari perusahaan sekalipun, ini harus dipertimbangkan terhadap masyarakat yang terdampak dari asap pembakaran tersebut.

Menurutnya, ini tiap tahun berjalan terus, dan ini menjadi kegaduhan atau masalah bagi banyak orang. Tak hanya di sekitar areal pembakaran, tapi juga dirasakan oleh masyarakat perkotaan, khususnya di Kota Pontianak, yang penduduknya sudah mencapai lebih dari 500.000 jiwa.

"Ya merasa tidak senang, masyarakat merasakan sakit mata dan gangguan pernapasan akibat ini. Namun, saya berkeyakinan bahwa pemerintah, terutama Pak Gubernur, sudah berupaya maksimal untuk menangani dan menghentikan karhutla ini. Termasuk aparat keamanan yang aturan mainnya sudah ada, terkait tentang prosedural penangkapan pelaku karhutla itu sendiri. Maka dari itu, kita serahkan saja kepada pihak keamanan, terutama terkait reward dan punishment yang ditimbulkan," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLKalbar, Senin sore (12/8).

Zulfy meyakini dalam kurun waktu yang singkat, permasalahan Karhutla akan mampu diselesaikan. Untuk perusahaan, saya pikir tidak terlalu sulit, terkait Land Clearing, dengan tidak menggunakan cara membakar.

"Saya pikir untuk setingkat perusahaan, Land Clearing dengan menggunakan alat berat (traktor) tidak terlalu memberatkan. Namun, jika menggunakan cara konvensional (membakar lahan) akan menimbulkan masalah baru. Karena pergerakan api di tanah gambut itu terus menjalar, api ditinggal bisa menjadi bara terpendam yang bisa menimbukan resiko sewaktu-waktu," tukasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00