Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Saat Kabut Asap 'Menyerang'

kesehatan  JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 00:59:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Saat Kabut Asap 'Menyerang'

Kabut Asap/Net

RMOLKalbar. Setiap tahunnya Indonesia dilanda kebakaran hutan dan kabut asap di saat musim kemarau panjang tiba. Di Kalimantan Barat khususnya, menurut BMKG terkait mengatakan terdapat ratusan titik api (hot spot) dari berbagai daerah di kabupaten/kota, baik itu dikarenakan kebakaran hutan maupun lahan, baik itu sengaja maupun tidak.
Sehingga sudah dapat dipastikan kabut asap menyelimuti berbagai daerah di kalbar, dan ini sendiri sudah termasuk pencemaran udara. Berdasarkan indeks pencemaran udara bisa dipastikan masuk ke dalam kategori sangat tidak sehat, bahkan berbahaya.

Adapun kabut tebal menyelimuti di berbagai daerah kalbar itu sendiri biasanya terjadi di pagi hari menjelang siang. Di saat siang hari sedikit berkurang dan bertambah tebal mnjelang malam hari.

Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RS Mitra Medika Pontianak, Akhmad Syarifuddin, A.Md.Kep menjelaskan, dampak langsung yang dirasakan dari kabut tebal ini adalah terasa perih atau iritasi, baik itu iritasi mata, hidung maupun tenggorokan, serta dampak pada kesehatan bisa mengakibatkan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) yang memiliki riwayat kesehatan, seperti ASMA atau alergi, penyakit paru kronik, kondisinya bisa semakin parah.

"Masyarakat yang beresiko pada dampak pencemaran udara kabut asap ini rentan terjadi pada anak-anak, lansia, pekerja yang selalu beraktivitas di luar," ujarnya saat dihubungi Redaksi RMOLKalbar, Kamis malam (8/8).

Untuk mngurangi dampak dari pencemaran udara kabut asap ini, lanjutnya, diharapkan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika hendak keluar rumah menggunakan masker (bukan masker kain), banyak disarankan lebih sering mengkonsumsi air putih. Diusahakan untuk menutup area rumah agar asap tidak masuk kedalam, mencuci makanan sebelum konsumsi, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

"Jika diketahui ada keluhan kondisi kesehatan selama pencemaran udara kabut asap, kenali tanda-tanda ISPA, seperti demam, batuk, sesak, hidung berair atau tersumbat, dianjurkan untuk datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk segera mendapat penanganan segera," ungkapnya.

Untuk pemerintah terkait, sambungnya, diharapkan serius serta segera menanggapi fenomena kabut asap ini, yang notabene terjadi hampir di setiap tahunnya, dengan harapan dampak dari pencemaran udara kabut asap ini berkurang, bahkan tidak terjadi lagi.

"Jika memang ada oknum tertentu yang dengan sengaja membakar lahan, silahkan ditindak dengan tegas sesuai regulasi yang ada, serta menghimbau masyarakat, pada umumnya hindari membakar sampah atau lahan dengan sengaja," tutupnya. [ben]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00