MoU Pembangunan Strategis Jalan Bebas Hambatan Resmi Disepakati!

Daerah  KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 15:48:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD ROKIB

MoU Pembangunan Strategis Jalan Bebas Hambatan Resmi Disepakati!

Sutarmidji Sepakati MoU Bersama Menteri Malaysia/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Penandatanganan MOU Kerjasama Pelaksanaan Program Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Pontianak-Kijing-Singkawang antara Pemprov Kalbar dan Art. Tuhfah Ventures (Labuhan) Ltd, bertempat di Ruang Praja I Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (8/8).
Gubernur Kalbar H. Sutarmidji menyampaikan akan membantu semaksimal mungkin rencana yang telah dibuat dan akan dijalankan.

Menurutnya, akan ada percepatan pembangunan. Alasannya adalah pelabuhan kijing letaknya strategis. Kemudian, Midji menyebutkan, bahwa Kalbar merupakan wilayah yang berpenghasilan terbesar kedua di Indonesia. Maka dari itu, pihaknya akan melakukan percepatan pembangunan.

"Tahun depan pelabuhan Kijing akan sudah berfungsi dan nanti juga ada jalan lingkar luar sepanjang 6 kilometer," ujarnya.

Sutarmidji menilai, bahwa Singkawang sebagai Kota Pariwisata yang membutuhkan percepatan akses jalan yang lebih mudah dan jarak tempuh lebih cepat. Maka dengan adanya tol, jarak dari Pontianak menuju Singkawang hanya ditempuh selama 2 jam.

"Pengendara mobil tak bisa melewati kecepatan 80 cc. Maka jika kita manfaatkan waktu maka akan bisa mengatur waktu dengan baik. Maka jangan buru-buru," tuturnya.

Kemudian, Ia juga menyebutkan, akan memanfaatkan wilayah pariwisata di Sambas tepatnya di Pulau Temajok yang merupakan kawasan wisata berbatasan dengan negara Malaysia. Sebagaimana panjang pantainya puluhan kilometer dan sepanjang itu termasuk pantai yang bersih.

"Itulah keunikan pariwisata. Ke depan era industri pariwisata menjadi primadona, prodak-prodal generesasi dari yang dibutuhkan konsumen," ungkapnya.

Sutarmidji mengatakan bahwa Pariwisata sangat menjanjikan pada kesejahteraan dan kemajuan, dari hal itulah pihaknya menilai harus ada percepatan pembangunan yang termasuk adalah pembangunan bebas hambatan.

"Untuk luas pembangunannya termasuk pada perencanaan nasional. Ada lima sampai enam titik. Dan Saya tertarik juga tol internasional yang melintasi Kalimantan Barat dan malaysia/kuching," ucapnya.

Selanjutnya, Ia menerangkan rencana kedepan akan ada jalan terowongan bawah laut.

"Tapi ini harus dimulai dari pembangunan bebas hambatan yang dari pontianak-supadio, kijing dan singkawang," tandasnya.

Saat ini, lanjutnya, hanya masih MoU dan akan ada tahapan-tahapan berikutnya. Akan tetapi, Ia akan membantu dan memberi kemudahan dalam percepatan pembangunan tersebut.

"Kalau dari perizinan sudah menjadi kewenangan Pmerintah Provinsi Kalimantan Barat dan hak itu tidak ada permasalahan. Kita perlu mengikuti aturan-aturan. kemudahan-kemudahan apapun akan diberikan. Masalah yang lain kita lihat nanti tahapnya," imbuhnya.

Selain itu, Sutarmidji pun setuju dengan pihak Menteri Pembangunan Usahawan Malaysia, yang menurutnya jika pun bisa dipercepat. Maka lebih baik dipercepat proses pembangunan bebas hambatan tersebut.

"Saya sepakat dengan pak menteri tadi, kalau misalnya bisa dipercepat. Ya percepat saja. pembangunan jalan sepanjang 145 kilo meter. Maka dari itu, jangan sampai ada masalah-masalah sosial yang menjadi penghambat," tukasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00