Tantangan Generasi Milenial Masa Kini

Ekbis  SABTU, 03 AGUSTUS 2019 , 16:42:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD ROKIB

Tantangan Generasi Milenial Masa Kini

Foto/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Ratusan mahasiswa ikuti acara MOFEST Pontianak tahun 2019 di Auditorium Universitas Tanjungpura Pontianak, acara tersebut dihadiri oleh Adelia Pratiwi dari Bidang Ekonomi Muda Menteri Keuangan RI, Sabtu (3/8).
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mempersiapkan pemimpin menuju indonesia emas tahun 2045, sesuai dengan temanya 'Future of Today' (Pemuda hari ini Pemimpin masa depan).

Generasi milenial harus menyiapkan diri untuk menuju indonesia emas tahun 2045. Sebab ditahun 2045 Indonesia memasuki usia ke-1 abad.

Adelia menyampaikan bahwa dirinya berada di Kemenkeu RI tugasnya sebagai pengelola atau mendesain APBN.

Menurutnya, sebagai generasi milenial meskipun jurusan sekolah di bidang IPA akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa bisa bergabung di Pemerintahan seperti dirinya yang saat ini telah bergabung di Menteri Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).

Ia menerangkan, generasi milenial saat ini mempunyai tantangan yang serius, sebab banyak sekali permasalahan yang harus dihadapinya.

Adelia menjelaskan, bahwa saat ini Pemerintah Indonesia lebih fokus kepada peningkatan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM).

"APBN sebanyak 1400 Triliun. APBN kedepan akan lebih fokus selain untuk infrastruktur juga kepada pengembangan SDM. Anggaran sebanyak 20% masuk kepada pendidikan untuk pengembangan SDM. Selain itu, 20 persen anggaran tersebut masuk juga kepada pemerintahan daerah," jelasnya.

Maka dari itu, lanjutnya, Pemerintah harus bisa mengelola dengan baik dan maksimal atas anggaran yang telah ada, supaya  tidak sia-sia. Tujuannya untuk meningkatkan kemajuan SDM maupun Negara. Pemerintah saat ini harus optimis untuk menuju Indonesia emas tahun 2045.

"Optimis terhadap PR-PR yang akan di selesaikan di Pemrintahan, yang memakan waktu cukup lama. Dari hal itu, Kita harus suplai dari perekonomian kalau di pemerintah ada yang namanya output. Hal itu akan ditingkatkan," imbuhnya.

Saat ini, sambungnya, Indonesia ekonomi cukup rendah jadi harus berfikir bagaimana potensi ekonomi kita bisa meningkat dari 0,3 persen menjadi 0,6 persen.

Ia menyatakan bahwa banyak hal yang menyulitkan perjalanan akan tetapi harus selalu ditingkatkan ikhtiarnya. Untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia, menurutnya, perlu adanya sebuah peningkatan di empat bidang, terutama di bidang SDM, Keuangan, SDA dan Teknologi.

"SDM, Keuangan, SDA dan Teknologi. Hal itu harus ditingkatkan. Maka dari itu, pemerintah harus men-support agar barang-barang usaha selalu ditingkatkan," tukasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00