'Face App' Unfaedah?

Lifestyle  MINGGU, 21 JULI 2019 , 11:22:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD ROKIB

'Face App' Unfaedah?

Ilustrasi/Net

RMOLKalbar. Akhir-akhir ini memang begitu menghebohkan para netizen di media sosial yang tampak dengan guyonan permainan aplikasi barunya, justru sudah menjadi viral di seluruh penjuru dunia.
Hal itu terjadi dikarenakan ada faktor penyebabnya, diantaranya ialah dengan hadirnya aplikasi 'Face App' yang bisa merubah foto wajah menggunakan beberapa efek, yang bisa merubah foto wajah menjadi terlihat lebih tua.

Berdasarkan pantauan RMOLKalbar, aplikasi ini memang banyak digemari oleh generasi milenial di era digitalisasi ini. Akan tetapi, disamping itu banyak juga yang menanggapi dan bahkan tidak suka dengan adanya aplikasi 'Face App'. Alasannya, karena ada yang beranggapan bahwa aplikasi tersebut tidak ada sisi positifnya.

"Tidak mendukung, Tidak ada gunanya dan tidak ada sisi positif dari aplikasi itu, yang ada sisi negatif," ungkap Tri Utami, salah satu mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Sabtu (20/7).

Hal yang senada juga disampaikan oleh Sulfiana selaku anak muda yang tak begitu suka dengan aplikasi 'Face App'.

"Menurutku, kita enggak perlu menggunakan aplikasi seperti itu. Toh belom tentu esok kita masih hidup lebih baik Hp kita isi dengan aplikai yang lebih bermanfaat. Dari pada 'Face App', buat penuhkan RAM Hp jak. Menurutku, enggak ada manfaatnya sama sekali bagi anak-anak jaman sekarang," bebernya.

Aplikasi 'Face App' memang sangat menghibur para natizen media sosial, sebab hadirnya aplikasi ini bisa lebih menjadikan suasana guyonan lebih heboh, sehingga ada juga yang pro atau menyukainya. Beberapa diantaranya beralasan karena hanya sebatas penggibur.

"Itu kan hanya fotonya aja yang diubah, kenapa baru sekarang yang bertentangan? Sedangkan dari dulu udah ada aplikasi yang namanya 'Make Up Plus', kenapa itu gak diperdebatkan. 'Make Up Plus' juga bisa merubah jadi ade jenggot dan lain-lain. Saye posting di facebook gak ada yang komen. Yaa sama saja, sama aplikasi yang lain seperti B 612 itu, Kan hanya foto doang yang dirubah, Kalo merubah-rubah memberi efek-efek cantik kan juga merubah. Cuman tak tau sih kalau menurut pandangan ulama bagaimana," jelas Sahudi, salah satu pengguna Aplikasi 'Face App'.

Meskipun para pengguna 'Face App' menyukai dan tak menjadikan sebuah permasalahan, akan tetapi masih banyak juga yang mengkritik dan tidak suka dengan aplikasi tersebut. Alasannya karena orang lain bisa saja merubah sembarangan foto orang lain. Hal ini selaras dengan yang diungkapkan oleh pihak korban edit 'Face App'.

"Gak suka aja, kalau Allah ngabulkan permintaannya langsung jadi tua beneran mukanya gimana, apa kalian mau, hal ini diungkapkan oleh korban," ucap Nury Lindah, yang menjadi korban editan.

Selain itu juga, kritikan pun dilontarkan oleh M. Hosib sebagai generasi muda milenial, yang tak begitu suka dengan aplikasi baru tersebut, sebab menurutnya jika merujuk kepada Al-Qur'an, melakukan hal itu tidak diperbolehkan.

"Haram hukumnya, saya baru menemukan dalil dalam surat An-Nisa ayat 199, ada juga dijelaskan dalam kitab yang mana Ibnu Abbas berkata dalam tafsir Ibnu Kasitr juga di haramkan," tegasnya.

Di sisi lain, pendapat pun banyak yang diutarakan oleh pihak-pihak yang tidak begitu suka. Seperti seorang guru, Khomsatun, S.Pd yang mengatakan, meski 'Face App' adalah aplikasi sebagai penghibur dan menghibur, akan tetapi menurutnya hiburan itu ada batasan tertentu, tidak mesti berlebihan.

"Kurang berminat soal itu, disebabkan 'Face App' hanyalah menghibur dan hiburan ada batasannya. Buat saya pribadi soal muda atau tua adalah kehendak yang Maha Kuasa kita sebagai manusia tidak boleh mendahului Yang Maha Kuasa," katanya.

Menurut Ketua Wilayah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kalbar, Dodi Iswanto, M.Pd saat dikonfirmasi Redaksi RMOLKalbar menyatakan, apapun aplikasi bagi siswa didik, harus selalu di edukasi agar menggunakan aplikasi dengan bijak.

"Tinggal penggunaannya saja lagi untuk apa. Kalau untuk gurauan dan candaan dengan teman-teman untuk saling ejek jelas tidak bagus. Selagi aplikasi tersebut belum dilarang oleh pihak berwenang, dalam hal ini saya menilai sah-sah saja aplikasi tersebut, tinggal penggunaannya saja lagi yang harus bijak," ungkapnya kepada Kantor Berita RMOLKalbar.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Praktisi Media, Hajon Mahdy Mahmudin mengatakan bahwa 'Face App' hanya aplikasi perubah bentuk wajah saja.

Menengahi atas tanggapan tersebut, salah satu tokoh pemuka agama di Kota Pontianak, Ustadz Suparjan, mencoba untuk memberikan penjelasan kepada semua pihak, agar tidak terjadi sebuah tumpang tindih di antara mereka.

"Kalau menurut saya, jika itu tidak dengan niatan mengubah sejatinya dari Taqdir Allah, dengan maksud tidak merubah wujud aslinya, itu tidak apa-apa. Jika hanya sekedar mencoba hasil kemajuan IT dan tanpa merugikan siapapun. Karena pada dasarnya yang tidak boleh itu, mengubah wujud aslinya, seperti halnya operasi plastik," ungkapnya.

Menurutnya, bisa sedikit dijadikan contoh, seperti pengantin yang tadinya kurang cantik setelah di make up menjadi lebih cantik. Itukan boleh karena hanya bersifat sementara, setelah selesai acaranya akan kembali pada wujud aslinya.

"Yang penting dalam menggunakan media tersebut, tidak ada niatan untuk merubah aslinya. Tetap yang benar dan sempurna adalah ciptaan Allah SWT, dan Allah-lah Yang Maha Benar dan Paling Sempurna," pungkasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00