Polda Kalbar Tangkap Pelaku Penipuan Pinjaman Online

Hukum  RABU, 17 JULI 2019 , 17:05:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD ROKIB

Polda Kalbar Tangkap Pelaku Penipuan Pinjaman Online

Irjen Pol. Didi Haryono/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Pada Press Conference di lantai dasar Mapolda Kalbar yang dipimpin langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol. Didi Haryono, S.H., M.H tentang kasus Penipuan penggunakan data orang lain dalam pengajuan pinjaman Online, hingga merugikan orang lain. Maka dari itu, Polda Kalbar melalui Direktorat Reskrimsus Polda Kalbar, berhasil menangkap pelaku penipuan tersebut, Rabu siang (17/7).
Kapolda Kalbar menyampaikan bahwa pelaku penipuan tersebut sudah ditangkap dengan barang bukti yang telah ada, dimana perkara tersebut merupakan tindak pidana ITE, yang dilakukan oleh setiap orang, baik yang disengaja dan tanpa hak melawan hukum melakukan manipulasi.

"Kasus penipuan yang berhasil kami tangkap ialah bernama Rusdi Hardanto berusia 32 tahun, berasal dari Pontianak. Nah, perkara ini merupakan tindak pidana ITE pasal 35 UU No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik berbunyi, 'setiap orang melakukan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik, dengan tujuan agar informasi elektronik dan dokumen elektronik tersebut seolah-olah data yang otentik'," ungkapnya.

Ia pun menjelaskan kronologis pelaku penipuan tersebut, yang pada bulan maret tahun 2019, tersangka melakukan pinjaman dana online melalui media paylater dari Traveloka, yang harus menggunakan syarat foto KTP dan foto pemilik KTP. Dari upayanya ini, pelaku berhasil mengumpulkan 80 orang.

"Pada bulan maret 2019 pelaku melakukan peminjaman dana secara online melalui media paylater dari Traveloka. Pelaku mengaku belajarnya dari facebook. Syarat untuk melakukan paylater ke Traveloka cukup dengan mengirimkan data identitas berupa foto KTP dan foto Pemilik KTP. Dengan mudahnya pelaku tersebut berhasil mengumpulkan sebanyak 80 orang," ujarnya.

Kapolda menambahkan, dari 80 orang tersebut yang berhasil didaftarkan oleh pelaku ialah sebanyak 70 orang, hal ini bisa jadi bertambah. Dengan jaminan kepada yang mendaftar akan mendapatkan limited pinjaman sebesar Rp 1000.000 sampai Rp 8.000.000, dalam bentuk poin tiket pesawat dan kamar hotel.

"Pelaku pun mempromosikannya melalui akun Facebook dan menjual dengan harga yang sangat murah, seperti harga tiket dari Traveloka Rp 1.200.000 pelaku hanya menjual dengan harga Rp 800.000. Sehingga total keuntungan yang diperoleh pelaku sebesar Rp. 350.000.000 dari 70 korban masyarakat. Seharusnya hasil penjualan tiket tersebut disetor kepada traveloka yang bekerjasama dengan Bank Sinarmas dan PT. Citanusa Sejahtera Finance, namun pada kenyataannya malah untuk kepentingan pribadi, untuk berfoya-foya, jalan-jalan ke Bali, beli Hp dan kepentingan pribadi lainnya," jelasnya.

Kapolda Kalbar menyebutkan, barang bukti yang berhasil ditemukan berupa, fotocopy KTP korban sebanyak 11 lembar, uang tunai Rp 1.250.000, 2 unit Hp android, 1 ATM dan 38 buah informasi Debitur dari Otoritas Jasa Keangan (OJK). Sehingga pelaku melanggar pasal 51 ayat (1) No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008.

"Barang bukti yang berhasil kami dapatkan berupa 11 foto copy KTP korban, uang sebanyak satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah, dua unit Hp merek Samsung J7 dan Hp Sony Ericson, 1 ATM BRI, 38 buah informasi Debutir dari OJK. Maka dalam pasal 51 ayat (1) No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang Transaksi elektronik, sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 dipidana penjara paling lama 12 tahun dan dan/atau denda paling banyak Rp 12.000.000.000," paparnya.

Dari hukuman tersebut, Kapolda Kalbar menekankan agar ada efek jera dan tidak ada pelaku penipuan lagi.

"Karena kasus ini baru pertama kali, maka hukuman yang dijatuhkan sangat berat, agar ada efek jera dan tidak ada lagi pelaku kejahatan seperti itu. Dan kami menghimbau supaya korban-korban yang belum melaporkan, agar segera melaporkan, karena kami akan melakukan tindakan-tindakan selanjutnya, agar dananya bisa selamat," pungkasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00