Indonesia Akan Kembalikan 8 Kontainer Terkontaminasi Limbah B3 Asal Australia

Nusantara  RABU, 10 JULI 2019 , 06:39:00 WIB

Indonesia Akan Kembalikan 8 Kontainer Terkontaminasi Limbah B3 Asal Australia

Tumpukan Limbah Kertas/Net

RMOLKalbar. Pejabat pabean Indonesia mengatakan mereka akan mengirim kembali delapan kontainer berisi limbah kertas ke Australia setelah mereka menemukan sampah rumah tangga termasuk popok bekas dan barang elektronik di dalamnya.
Dilansir dari jpnn, diketahui Limbah kertas bercampur B3 dari Australia ini, semula berjumlah delapan kontainer limbah kertas yang dikirim ke Surabaya pada bulan Juni untuk di daur ulang. Tetapi inspeksi menemukan sampah rumah tangga di antara limbah kertas. Pejabat pabean Indonesia mengatakan container itu dikirim oleh perusahaan Australia Oceanic Multitrading.

Limbah kertas berbobot sekitar 210 ton yang berasal dari Brisbane, Queensland itu telah terdampar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, sejak Juni lalu ketika kecurigaan muncul, pengiriman tersebut mungkin telah terkontaminasi.

Pejabat Indonesia pada Selasa (9/7), mengumumkan tindakan inspeksi menyeluruh terhadap muatan container itu dan menemukan bahwa pengiriman kertas juga mengandung didalamnya wadah oli motor, keping CD lama, top box televisi dan remote control.

Kontainer itu dinyatakan telah terkontaminasi oleh bahan beracun atau berbahaya (B3) dan akan dikembalikan.

"Ini sangat, sangat serius, terutama karena terkait dengan lingkungan, masalah kesehatan dan perlindungan publik," kata Basuki Suryanto selaku Kepala Bea Cukai di Pelabuhan Tanjung Perak.

Petugas bea cukai mengundang media untuk memeriksa peti kemas di dermaga di Surabaya.

Mereka mengambil sampel dan mengangkat sebuah botol cola dari Woolworths serta edisi lama dari surat kabar Courier Mail.

"Negara-negara yang peduli terhadap lingkungan harus memberikan contoh yang baik untuk negara-negara berkembang, seperti Indonesia," ujarnya.

Para pejabat mengatakan limbah itu dikirim ke Surabaya oleh perusahaan limbah dan daur ulang yang berbasis di Sydney, Oceanic Multitrading.


Indonesia Bongkar Pengiriman Limbah Asing

Otoritas Indonesia mengatakan negaranya telah menjadi tempat pembuangan sampah oleh negara-negara barat sejak China melarang impor limbah asing.

Pihak berwenang di beberapa pulau, termasuk Jawa, telah menemukan plastik dalam wadah limbah kertas yang diekspor secara sah ke pabrik kertas lokal.

Pabrik itu tidak dapat menggunakan plastik, dan beberapa telah menjualnya ke pabrik tahu yang membakarnya untuk bahan bakar untuk digunakan dalam oven mereka.

Namun, plastik menghasilkan asap beracun yang menyebabkan masalah pernapasan dan mencemari saluran air setempat.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan, pihaknya tidak akan ragu untuk mengirim kembali segala sesuatu dan setiap muatan plastik ilegal yang ditemukan di dermaga Indonesia.

Bulan lalu, Indonesia mengirim kembali limbah kertas asal Kanada, yang diimpor melalui Amerika Serikat, karena terkontaminasi dengan plastik, karet dan popok. [ben/***]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00