Melegalkan Budaya 'Terlarang' Di Kota Pontianak

Pariwisata  JUM'AT, 21 JUNI 2019 , 13:14:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Melegalkan Budaya 'Terlarang' Di Kota Pontianak

Zulfydar Zaidar Mochtar/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Untuk mewujudkan komitmen layanan publik berintegritas, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalbar gelar kegiatan 'Multi Stakeholder Forum' di Ruang Diamond, Hotel Golden Tulip, Pontianak, Rabu (19/6).
Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar, Budi Taher, yang menyatakan bahwa layangan itu adalah suatu budaya, saya pikir harus banyak cara yang dilakukan untuk tidak menghilangkan budaya-budaya itu. Menghilangkan budaya berarti hancur suatu negara.

"Kita tau sendiri, baik secara lahiriah maupun batiniah. Kita tahu PLN melakukan tugas dan kewajiban negara," terangnya.

Dalam paparannya, Budi sempat memberikan masukan agar PLN menggunakan kabel tanam saja untuk jaringan listriknya.

"Kalau menggunakan cara tersebut kan (jaringan) tidak akan terganggu," ujarnya.

Budi juga mengajak untuk melestarikan budaya kita, jangan memandang satu sisi jika tidak suka layangan, tetapi harus tetap melestarikan budaya kita tersebut.

Pernyataan Budi tersebut lalu ditanggapi serius oleh Kepala Ombusdman RI Perwakilan Kalbar Agus Priyadi.

"Layangan, menurut perda, dilarang kecuali untuk festival. Budaya ini tidak menyalahi aturan, yang menyalahi aturan itu mainnya pakai benang gelasan atau tali kawat. Pemahaman kita budaya itu positif, bukan yang negatif. Tapi, budaya mana yang sah jika menjadi sarana peluang untuk berjudi?," tegasnya.

Agus mempersilahkan masyarakat jika permainan layangan dibentuk atau disalurkan melalui suatu festival, asalkan tidak menggunakan benang gelasan atau tali kawat, yang dimana cenderung menimbulkan mudarat yang besar.

"Budaya untuk festival itu setuju, menurut Perda No. 3 Tahun 2004 pasal 22, 'dilarang' bermain layangan di Kota Pontianak tanpa seizin Wali Kota Pontianak. Saya setuju kalau itu jika budaya yang positif, namun jika budaya tersebut negatif kita larang habis. Bila perlu, budaya tersebut dihapuskan saja," pungkasnya.

Pada kesempatan yang berbeda, saat ditemui oleh Redaksi RMOLKalbar, Wakil Ketua MABM Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar, S.E., M.M menegaskan bahwa layangan merupakan suatu perangkat kebudayaan yang sering kita temui di daerah mana pun, dari zaman ke zaman.

"Jika ada upaya pelarangan habis terhadap layangan, saya kurang setuju. Namun, jika diarahkan ke hal yang positif serta momentum yang tepat, justru hal ini saya rasa dapat meminimalisir dampak negatifnya. Bahkan, sebaliknya pihak pemerintah dan stakeholder terkait dapat memperoleh manfaat, khususnya pada kondusifitas dan pembangunan daerah," ungkap Anggota DPRD Kota Pontianak terpilih dapil Pontianak Kota Periode 2019-2024 ini, Kamis sore (20/6).

Zulfy menambahkan bahwa hal itu dapat dicapai dengan bersama-sama menyepakati untuk membuat suatu event rutin per 3 bulan sekali, berupa festival layangan budaya, yang melibatkan seluruh stakeholder di Kota Pontianak, baik sebagai pendukung dalam mensukseskan kegiatan maupun sebagai peserta langsung dari kegiatan tersebut.

"Kota Pontianak ini dari dulu sampai dengan sekarang adalah kota jasa dan perdagangan. Jadi, jika ada ide cemerlang dari inovator-inovator daerah jangan terlalu lama menunggu, apalagi jika menyangkut dengan pembangunan daerah yang mengacu pada sumber daya yang ada di daerah tersebut," bebernya.

Menurutnya, jadikan hal ini (Festival Layangan) menjadi ikon pariwisata Kota Pontianak, sehingga diharapkan dapat menarik wisatawan, baik dari lokal maupun manca negara, untuk berkunjung berwisata ke Kota Pontianak.

"Dengan adanya kunjungan dari wisatawan ke Kota Pontianak, maka akan memacu perputaran roda perekonomian yang berujung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata," jelasnya.

Mengakhiri wawancara, Zulfy meyakinkan jika permainan layangan sudah diarahkan ke hal yang positif, maka dari pihak penegak hukum bisa dengan leluasa menjalankan tugasnya, terutama terkait pemberian sanksi tegas melalui perda tersebut. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00