UM Pontianak Kembangkan Hidrogel Sebagai Media Alternatif Pengganti Tanah

Lifestyle  KAMIS, 20 JUNI 2019 , 13:33:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

UM Pontianak Kembangkan Hidrogel Sebagai Media Alternatif Pengganti Tanah

Aplikasi Hidrogel pada Tanaman/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak, baru ini mengembangkan hidrogel sebagai media alternatif pengganti tanah untuk tanaman.
Ide ini dilakukan mengingat keterbatasan tanah untuk tanaman pada area sempit. Selain itu, dapat pula digunakan sebagai media tanam berbagai tanaman hias untuk memperindah kampus, sekolah, perkantoran bahkan rumah tinggal.

Sejak manusia mengenal pertanian, tanah merupakan media tanam yang paling umum digunakan dalam bercocok tanam. Seiring dengan perkembangan jaman dan keterbatasan lahan di daerah perkotaan mengakibatkan sulitnya untuk menanam tanaman hias yang ada di sekitar lingkungan.

Dilansir dari unmuhpnk.ac.id, menurut Ketua Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UM Pontianak, Dedeh Kurniasih, S.Pd., M.Si., Hidrogel ialah media tanam alternatif sebagai pengganti tanah untuk tanaman hias dalam pot. Hidrogel telah berhasil digunakan sebagai pengubah tanah untuk meningkatkan kapasitas penahan air atau retensi nutrisi tanah berpasir, dengan kemungkinan pengurangan frekuensi irigasi, kecenderungan pemadatan dan limpasan air.

Fungsi hidrogel, lanjutnya, adalah untuk membantu mengurangi volume dan frekuensi penyiraman air dengan tetap memenuhi kebutuhan air tanaman hias dalam pot. Salah satu bahan yang bisa dijadikan sebagai hydrogel adalah menggunakan tepung CMC.

"Carboxy Methyl Cellulosa (CMC) adalah turunan dari selulosa dan ini sering dipakai dalam industri makanan untuk mendapatkan tekstur yang baik. Fungsi CMC disini adalah sebagai pengental, penstabil emulsi atau suspense, bahan pengikat dan pembuatan gel. Adanya kasus ini, munculah ide untuk membuat Big Thogel (Bisnis Gemilang Tanaman Hidrogel). Bisnis Gemilang Tanaman Hidrogel ini adalah bisnis yang terbuat dari tanaman hias, dengan membuat gel dengan berbagai varian warna yang menarik untuk konsumen. Meningkatnya omset tanaman hais sudah selayaknya dikembangkan menjadi tanaman hias unik untuk menambah estetika para penglihatnya dengan menggunakan CMC," jelasnya, Kamis (20/6).

Selain itu, sambungnya, untuk penggunaan media tanah pada ruangan (indoor) juga menjadi permasalahan, karena akan mengotori lantai atau meja kantor, dan airnya juga akan membasahi permukaannya. Sehingga, salah satu cara untuk mengefektifkan pemberian air, unsur hara bagi tanaman, serta memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah adalah dengan aplikasi hydrogel.

Dedeh menambahkan, manfaat dari hidrogel sebagai media alternatif pengganti tanah untuk tanaman, diantaranya: pertama, dapat melatih kreatifitas dan merubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan; kedua, melatih mahasiswa untuk belajar berwirausaha sebagai tuntutan realita di luar lingkup perkuliahan agar kedepannya dapat melatih jiwa kepemimpinan dalam berwirausaha dan dapat bekerjasama dengan tim; dan ketiga, menciptakan dunia wirausaha baru yang nantinya berkembang luas dan mendapat profit yang sebanyak-banyaknya.

"Harapannya dengan hidrogel sebagai media alternatif pengganti tanah untuk tanaman, dapat mengatasi masalah rendahnya kesadaran masyarakat dengan meningkatkan kesadaran dalam pelestarian lingkungan, dapat meningkatkan nilai tambah budidaya tanaman hias, menghasilkan kreatifitas yang tinggi dalam pembuatan tanaman hidrogel, serta dapat menjadi solusi bagi orang-orang yang ingin menghias ruangan yang tidak mempunyai lahan untuk bercocok tanam, seperti hiasan rumah dan meja kerja," tukasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00