Jangan Berhalusinasi Bisa Menolak Putusan MK

Hukum  SELASA, 18 JUNI 2019 , 11:23:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Jangan Berhalusinasi Bisa Menolak Putusan MK

Mahfud MD/Net

RMOLKalbar. Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar H. Sukiryanto, didampingi Tokoh Madura Kalbar H. Sulaiman, menghadiri acara Halal Bihalal dan Selamatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar, bertempat di Rumah Budaya Madura, Jalan Selat Panjang, Pontianak Utara, Minggu (16/6).
Acara ini turut dihadiri oleh Prof. Mahfud MD, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Herman Asaribab, Pj. Sekda Provinsi Kalbar Syarif Kamaruzaman, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo, serta Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi.

Dalam sambutannya, Mahfud MD mengaku selalu memonitor masyarakat Madura di Kalimantan Barat ini, yang sudah sangat baik dan bisa berinteraksi dengan baik dengan seluruh masyarakat yang berbeda-beda suku dan berbeda-beda agama, serta dapat berkomunikasi dengan aparat keamanan TNI-Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud MD juga mengajak kepada masyarakat, khususnya etnis madura untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan gerakan aksi-aksi yang menjurus pada kerusuhan, seperti yang terjadi diberbagai daerah pada tanggal 21-22 Mei, karena peristiwa seperti itu justru akan merugikan diri kita sendiri.

"Saya memonitor dari Medsos dan Media Massa selama perjalanan Reformasi ini, baru sekarang polisi itu mendapat 'Publik Trust dan Publik Simpatik'. Kepercayaan publik dan masyarakat terkait penanganan kasus 22 Mei itu, mereka betul-betul profesional, serta terukur dan menjaga diri. Kita tahu polisi sudah melindungi pengunjuk rasa dengan hanya dihalau, bahkan polisinya diejek. Selanjutnya, polisi tarawih bersama-sama, lalu pulang bersama-sama setelah suasana tenang, datanglah sekelompok perusuh dan semua yang dilakukan polisi termasuk penangkapan-penangkapan orang-orang itu semua ada visualnya dan ada bukti-buktinya, berdasarkan pengakuan dari orang-orang yang tertangkap sendiri, sehingga dengan segala kekurangannya, polisi mendapatkan acungan jempol," jelasnya.

Mahfud MD yang juga sebagai mantan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menjelaskan bahwa setiap kemelut di dalam Pemilu itu harus ada penyelesaian, dan penyelesaian yang final menurut Hukum dan Konstitusi, itu hanya MK.

"Oleh sebab itu, jangan berhalusinasi nanti setelah MK memutus, kita masyarakat menolak, tidak, itu tidak bisa! Kalau itu terjadi, tentu akan berhadapan dengan aparat penegak hukum," tukasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00