Kutuk Perbuatan Penyiraman Air Keras, Sujiwo: Kita Fokus Pada Pemulihan Korban

Daerah  JUM'AT, 14 JUNI 2019 , 11:23:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Kutuk Perbuatan Penyiraman Air Keras, Sujiwo: Kita Fokus Pada Pemulihan Korban

Sujiwo saat mengunjungi Korban/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo menjenguk anak di bawah umur, Bintang (12), yang menjadi korban penyiraman air keras beberapa hari lalu di Jalan Adi Sucipto, Gang H. Tacin, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya.
Bintang menjadi korban kekerasan penyiraman air keras berupa cuka getah di bagian badan oleh Us (50) pada Senin (10/6) lalu. Peristiwa itu terjadi diduga karena dendam Us terhadap ibu korban, Muryani.

"Kami turut prihatin dengan kejadian ini dan kondisi Bintang. Kami mengapresiasi kepolisian, khususnya Polsek Sungai Raya, yang bergerak cepat menangkap pelaku," kata Sujiwo saat menjenguk korban, Kamis (13/6).

Sujiwo meminta keluarga korban untuk menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada kepolisian. Ia berharap tidak ada dendam terhadap pelaku.

"Negara kita negara hukum. Biarkan kepolisian bekerja secara profesional untuk menindaklanjutinya hingga mengantarkan ke sidang pengadilan. Kita fokus saja terhadap kepulihan Bintang," ujarnya.

Sujiwo mengatakan, jika memang keluarga korban tidak mampu untuk pemulihan Bintang, maka ia memperkenankan untuk meminta bantuan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya.

"Di Kesra kita juga ada program untuk membantu melalui bantuan sosial tak terduga, jika memang masih diperlukan perawatan secara intensif," terangnya.

Sujiwo juga meminta pihak korban untuk tidak khawatir karena pemerintah daerah bersama dengan pihak terkait lainnya akan terus memantau, baik keluarga korban maupun korban itu sendiri.

"Kita mengutuk keras perbuatan pelaku, kami berharap pelaku menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga korban. Kita berharap peristiwa ini pertama dan terakhir kalinya, jangan sampai terulang peristiwa seperti ini," tuturnya.

Asisten Ketua Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat, Solihati, menyesali kasus kekerasan fisik terhadap anak yang masih terjadi. Kehadiran KPPAD sendiri, menurutnya, untuk membantu perlindungan terhadap Bintang.

"Langkah yang kami lakukan menanyakan kepada korban, apakah korban masih sakit atau masih merasa tertekan," ungkapnya.

Ia menuturkan, jika korban masih merasa tertekan dengan kondisinya, maka pihaknya siap mendampingi untuk pemulihan psikisnya.

"Nanti akan kita datangkan psikiaternya ke sini," katanya saat mengunjungi korban bersama Wakil Bupati Sujiwo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Us menyiramkan air keras kepada Bintang dikarenakan perselisihan dengan ibu korban yang berstatus janda. Akibat penyiraman itu, bagian punggung Bintang mengalami luka bakar serius. Ibu korban, Muryani (40), mengatakan kejadian penyiraman air keras terjadi pada Senin (10/6) sekitar pukul 03.00 WIB. Ketika itu Bintang sedang tidur. Saat itulah Bintang disiram dengan dengan air keras yang disemprotkan menggunakan suntikan.

"Anak saya (Bintang) langsung bangun menggelepar dan berteriak kesakitan," tutur Muryani.

Saat ini, Bintang masih merasakan kesakitan akibat luka bakar itu dan trauma sehingga takut untuk keluar rumah.

"Masih kesakitan, ia takut keluar rumah," tukasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00