MUI: Rusuh Itu Memecah-Belah Dan Merugikan Kita Semua

Hukum  RABU, 12 JUNI 2019 , 11:46:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

MUI: Rusuh Itu Memecah-Belah Dan Merugikan Kita Semua

Ketua MUI Kalbar H.M. Basri Har/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Perbedaan dalam Pemilu serentak 2019 yang lalu, harus kita rajut kembali agar menjadi satu kesatuan yang dapat dipahami oleh semua umat, khususnya umat Islam.
Demikianlah yang diungkapkan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar Drs. H.M. Basri Har saat ditemui Redaksi RMOLKalbar di ruang kerjanya, di Kompleks Masjid Mujahidin, Pontianak, Selasa siang (11/6).

"Kemudian, masalah gugatan yang diajukan oleh salah satu paslon terhadap paslon capres dan cawapres, dalam hal ini saya sangat mengapresiasi sudah menjalankan jalur yang tepat, yaitu melalui Mahkamah Konstirusi (MK), dimana MK adalah suatu wadah yang memang tempatnya dalam menyelesaikan permasalahan perselisihan dalam kegiatan pemilu," ujarnya.

Basri berharap, MK dapat menjalankan tugasnya dengan baik, tanpa berpihak kepada salah satu paslon, sehingga kedua belah pihak dapat menerima hasil secara puas.

"Kepada umat Islam, apapun hasilnya nanti, yang dimana telah dilakukan dengan cara yang sah, adil dan hasil sebenar-benarnya dapat diterima dengan baik, serta kita dapat bersatu kembali untuk membangun Indonesia," pesannya.

Basri menghimbau kepada semua masyarakat, khususnya umat Islam, jangan terlalu cepat percaya, andai kata ada berita yang tidak jelas, agar tidak mudah terpancing, terprovokasi, serta tidak salah paham.

"Ketika terjadi perselisihan, mungkin kedua belah pihak sebenarnya tidak menginginkan perselishan dan permusuhan, tetapi karena ada pihak ketiga yang menginginkan kita selalu pecah, ini yang dikawatirkan," kesahnya.

Seperti yang terjadi pada tanggal 21 sampai 22 Mei yang lalu, lanjutnya, sebenarnya kedua belah pihak sudah punya komitmen untuk menjaga keamanan, serta kedamaian, namun ternyata masih juga terjadi (kerusuhan).

Menurutnya, hal itu terjadi karena ada yang mendomblengi pada kejadian tersebut, sehingga kejadian tersebut tidak bisa dielakkan dan terjadilah permusuhan.

"Dalam hal tersebut, tentu kedepannya menjadikan kejadian ini sebagai pengalaman agar kedepannya tidak terjadi lagi hal-hal serupa, sehingga masyarakat bisa lebih berhati hati dalam menerima suatu berita, apalagi berita-berita hoaks yang tidak terjamin kebenarannya," terangnya.

Dalam ajaran Islam, sambungnya, sudah dijelaskan bahwa jika kita mendapatkan suatu berita atau suatu informasi, harus benar-benar jelas kebenarannya, serta di kaji dan tabayyun terlebih dahulu.

"Dalam hal ini, yang terpenting dan diutamakan, yaitu kedamaian Kalimantan Barat. Kita pernah 17 kali kejadian serupa (kerusuhan), dan kita sudah merasakan pahitnya hal tersebut, dimana terjadi pertikaian dan permusuhan yang membuat kita terpecah-belah, sehingga hal tersebut harus kita jaga agar tidak terjadi lagi. Apabila terjadi seperti itu lagi, maka kita semua yang akan dirugikan. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00