Rekonsiliasi Nasional Untuk Indonesia

Politik  JUM'AT, 24 MEI 2019 , 19:47:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Rekonsiliasi Nasional Untuk Indonesia

Zulfydar Zaidar Mochtar/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Aktivis Eksponen '98, Zulfydar Zaidar Mochtar, S.E., M.M mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla terkait inisiasi terhadap rekonsiliasi yang digagasnya adalah bagian daripada kedamaian untuk bangsa indonesia.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK ini sempat mengutarakan akan turun tangan memediasi pertemuan keduanya (Jokowi-Prabowo). Menurutnya, kedua capres itu perlu bertatap muka guna berdialog.

"Saya lagi usahakan adakan pertemuan," ujar JK di Kantor Wapres RI, Jakarta, Selasa (22/5).

Menurut Zulfy, pelaksanaan mediasi ini harus secara terbuka dan terang, karena ini menyangkut dan melibatkan kedua belah pihak dalam proses Rekonsiliasi Nasional terkait pemilu 2019.

"Momen Pemilu Serentak 2019, berujung pada kedua belah pihak saling klaim atas kemenangannya, serta ada salah satu pihak yang meminta penjelasan secara rinci atas kemenangan dari pihak lainnya. Tetapi dalam hal ini, jika memang akan dibentuk tim rekonsiliasi nasional atas inisiasi dari Pak JK, maka diharapkan tokoh-tokoh yang akan dipilih merupakan sosok tokoh yang netral atau cenderung tidak berat ke salah satu pihak," ungkapnya kepada Kantor Berita RMOLKalbar, Kamis malam (23/5).

Kalaupun ada tokoh yang cenderung memihak atau cenderung berasal dari salah satu pihak, lanjutnya, maka harus ditimbulkan atau dipilih tokoh-tokoh dari masing-masing pihak, agar imbang dari segi komposisinya.

"Rekonsiliasi Nasional ini bukan hanya untuk mendapatkan kedamaian secara cepat, tetapi akar pokok permasalahannya tidak terselesaikan, karena kita 5 tahun lagi juga akan ketemu lagi pemilu,  terutama akar permasalahan antara pihak 01 dan pihak 02, terkait adanya ketidakpercayaan (distrust) pada hasil Pemilu 2019 ini. Nah, inilah akar permasalahan yang harus diselesaikan. Terkait adanya tuntutan untuk mencari kebenaran, maka terbuka saja," ujarnya yang juga sebagai Ketua Forum Mediasi Indonesia.

Sosok pemicu Rekonsiliasi Nasional, menurutnya, ialah seseorang yang ditokohkan dan memang posisinya sudah diatas, artinya disegani dan dipercayai oleh kedua belah pihak, cenderung lebih moderat.


Kira-kira menurut anda, siapa saja tokoh yang layak untuk dilibatkan dalam tim Rekonsiliasi Nasional?

"Inisiator lebih mengetahuinya terkait siapa saja yang layak untuk dilibatkan dalam tim Rekonsiliasi Nasional tersebut. Bapak JK lebih tahu, siapa saja tokoh yang akan dilibatkan dalam hal ini. Jangan sampai tokoh yang dipilih justru kurang disegani, bahkan tidak dipercayai oleh salah satu pihak ataupun kedua belah pihak," jelasnya.


Kapan waktu yang tepat untuk melakukan Rekonsiliasi Nasional?

"Rekonsiliasi Nasional sebaiknya dilakukan setelah tahapan Pemilu 2019 ini selesai dan telah ditetapkan hasilnya. Namun, tahapan awal rekonsiliasi harus sudah dimulai dan dirintis dari sekarang," terangnya.


Berdasarkan pengalamannya sebagai Mediator Konflik Melayu-Madura di Kalbar, Zulfy menegaskan bahwa hal ini dilakukan untuk menghindari friksi atau gesekan antar tokoh bangsa, diibaratkan mesin, saat ini pasti masih panas dan sensitif, bahkan cenderung berseteru, sehingga perlu dilakukan tahapan-tahapan yang bijak untuk memulai dan merintis rekonsiliasi tersebut agar suhu politik dapat berangsur-angsur mendingin.

Menurutnya, Rekonsiliasi Nasional ini juga bertujuan untuk menghasilkan suatu putusan Win Win Solution  untuk kepentingan bangsa indonesia sehingga diharapkan tokoh-tokoh yang akan menjadi inisiator tersebut dapat mewujudkannya dan membawa ke ranah terbaik melalui pendekatan persuasif.

"Artinya pihak-pihak yang berseteru diberikan peranan yang sama secara bijak, dalam pola Mediasi Tradisional, yakni dengan cara melakukan pertemuan-pertemuan berkala secara terus menerus (simultan)," ujar Penulis Buku 'Mediasi Tradisional' ini.

Maka, sambungnya, jangan sampai tujuan Rekonsiliasi Nasional ini cuma hanya bertahan untuk sementara waktu atau peredam sementara saja, karena hal ini pasti akan menuai titik dan cacatan sejarah yang tidak baik, sehingga harus dituntaskan sampai selesai.


Selain tokoh-tokoh tertentu yang akan dijadikan sebagai inisiator rekonsiliasi nasional, di dalam bingkai NKRI ini, pihak mana saja yang dirasakan dapat berperan dan bertindak sebagai inisiator?

"Ada pihak yang paling ideal yang seharusnya masuk dalam ranah ini, yakni pihak TNI-Polri. Namun TNI-Polri harus lah murni Netral," imbuhnya.


Lanjutnya, jika akan dilakukan mediasi Rekonsiliasi Nasional, terutama pada seluruh tokoh mahasiswa, pemuda, pemuka masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, TNI dan Polri, harus menggiring agar situasi ini tetap kondusif, jangan malah bertindak memicu atau justru memancing kericuhan publik, harus ada damai disetiap langkahnya.

Zulfy menambahkan, keadilan dan kebenaran itu tidak dapat diukur dengan cara menuduh antara pihak satu dengan lainnya, dikarenakan melakukan tindakan anarkis. Ini harus dibaca, dengan cara diurai secara mendalam akar permasalahannya.

"Rekonsiliasi ini harus dilakukan segera, itu penting, namun juga harus terukur, inisiator harus mampu meredam kedua belah pihak," tuturnya yang mengajar IAIN Pontianak Mata Kuliah Resolusi Konflik.

Saat ini kedamaian sangat diperlukan, jelasnya, walaupun begitu keadilan juga harus tetap jalan, untuk terkait teknisnya maka inisiator lebih tahu dalam penyelesaiannya, harus menjalankan fungsinya, akar permasalahan dapat terjawab semuanya, terutama dalam mempertemukan kedua belah pihak.

"Inisiator harus mampu mengurai seluruh akar permasalahan, termasuk juga dengan mengevaluasi peraturan pemilu yang ada saat ini," tegasnya.

Ini levelnya berbeda, terangnya, jika dibandingkan dengan permasalahan polemik di daerah, yang tokoh inisiator sentralnya adalah diatasnya. Pada akar permasalahan Pemilu Pilpres 2019 ini, tokoh inisiatornya akan setara terhadap permasalahan kontestannya jika inisiator tidak mampu menguraikan pokok permasalahannya.

Menurutnya, jika sekelas Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) sebagai inisiatornya, diharapkan dapat menjadi tokoh sentral dalam Rekonsiliasi Nasional, serta mampu menguraikan semua akar permasalahan yang ada di kedua belah pihak, terutama untuk memutuskan inisiasi bersama terkait Win Win Solution.

"Saya secara pribadi mendorong pelaksanaan Rekonsiliasi Nasional, namun tuntas kan dulu akar masalah dan masalah dalam pemilu 2019," tukasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00