Pacu Geliat Perekonomian Desa, Kehadiran Listrik PLN Disambut Gembira Warga Desa Mandong

Daerah  SELASA, 21 MEI 2019 , 09:26:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Pacu Geliat Perekonomian Desa, Kehadiran Listrik PLN Disambut Gembira Warga Desa Mandong

Ground Breaking Proyek Lisdes di Sanggau/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Sudah satu minggu ini warga Dusun Tuan, Terindak, dan Empayan melaksanakan kerja bakti  membersihkan jalan dan lokasi pelaksanaan kegiatan peresmian Ground Breaking Proyek Kelistrikan Desa (Lisdes) di Kalbar.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Mandong, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau ini, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Pemprov Kalbar, Sy. Kamaruzaman, yang saat itu hadir mewakili Gubernur Kalbar, Senin (20/5).

Khusus di Desa Mandong sendiri nantinya akan dibangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 7,228 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2,024 kms dan trafo gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 300 kVA. Dengan pembangunan dan perluasan jaringan listrik ini nantinya PLN akan melistriki sekitar 171 rumah warga.

Menurut Kepala Desa Mandong, Andreas, keberadaan listrik pastinya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang umumnya berkebun sawit dan karet.

"Dengan adanya listrik segala aktifitas dapat dengan mudah dilaksanakan tidak tergantung dengan waktu. Anak-anak akan lebih mudah dan nyaman belajar dimalam hari. Segala aktifitas usaha pastinya akan tumbuh ditengah-tengah masyarakat, apalagi Desa Mandong inikan letaknya tidak jauh dari jalan provinsi, mungkin sekitar 7 km dari jalan raya Sosok," ungkapnya.

Menurutnya, untuk penerangan di rumah, pada umumnya warga menggunakan mesin genset (generator setting), dengan rata-rata penyalaan setiap malam sekitar 2 hingga 3 jam.

"Untuk menghidupkan mesin genset warga harus mengeluarkan dana antara 800 hingga 900 ribu per bulan untuk membeli bahan bakar, tentunya cukup berat bagi ukuran masyarakat desa, dengan adanya listrik yang akan segera masuk di desa kami pastinya akan memangkas pengeluaran rutin yang selama ini harus kami keluarkan," terangnya.

Sementara itu, menurut Maria selaku warga Dusun Tuan, selama ini nyaris tidak ada aktifitas yang dapat dilakukan jika malam tiba, semua serba terbatas.

"Bagi warga dusun yang cukup mampu mesin genset adalah pilihan terbaik untuk penerangan di rumah saat malam tiba. Namun bagi kami yang kurang mampu lampu pelita menjadi alternatif daripada gelap sama sekali, sementara terkadang sulit untuk mencari minyak tanah. Listrik bagi kami adalah sesuatu yang sangat kami nantikan, rasanya mimpi jadi kenyataan jika nanti listrik menerangi tiap-tiap rumah warga," tuturnya.

Maria juga berencana ingin membuka usaha kecil-kecilan di rumahnya. Wanita yang sehari-harinya menganyam rotan untuk dibuat berbagai peralatan rumah tangga ini mengaku dengan adanya listrik kehidupannya akan lebih baik lagi.

"Saya ingin membuat berbagai penganan kecil yang dapat saya titipkan di warung-warung kopi. Jika ada uang, saya juga mau membeli kulkas untuk membuat es batu, mana tau kedepannya saya juga bisa jualan es batu atau minuman segar. Saya yakin, listrik akan membuat segalanya akan menjadi lebih mudah dan nyaman. Terima kasih PLN yang telah membuat kehidupan kami menjadi lebih baik lagi," tukasnya bersemangat. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00