Tegakkan Aturan Seadil-Adilnya

Hukum  SELASA, 14 MEI 2019 , 11:53:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Tegakkan Aturan Seadil-Adilnya

Herzaky M. Putra/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Setiap warga negara berkedudukan sama dalam hukum. Ini jelas tercantum dalam konstitusi kita, UUD 1945. Karena itu, seharusnya setiap warga negara, jika melakukan hal yang sama, melakukan pelanggaran hukum yang sama, harus melalui proses hukum yang sama.
Demikian penegasan dari Deputi Kogasma Partai Demokrat, Herzaky M. Putra saat dikonfirmasi oleh Kantor Berita RMOLKalbar terkait 'Beda Nasib' pengancam nyawa Presiden Joko Widodo, Senin malam (13/5).

Seperti dilansir RMOL.TV, pada tahun 2018 lalu, seorang remaja berinisial S melakukan tindakan pengancaman terhadap Presiden Joko Widodo. Namun S tidak tersentuh hukum, bahkan aksi yang dilakukannya hanya disebut sebagai senda gurau dan kenakalan remaja saja.

Pada kesempatan yang berbeda, pada tahun 2019, tindakan pengancaman oleh seorang pria berinisial HS terhadap Presiden Joko Widodo terulang kembali. Tepatnya pada saat demo di depan Bawaslu, Jumat (10/5).

Berbeda dengan S, kini HS terancam dijerat dengan pasal makar. HS Disangka melakukan tindak pidana kejahatan keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman terhadap Presiden RI. HS telah ditangkap oleh polisi di Bogor, Minggu (12/5). Beda nasib HS dan S di depan hukum ini telah mendapat berbagai macam respon dan komentar dari masyarakat.

Herzaky menegaskan, jangan kalau kelompok ini melakukan, tidak ditindak. Kalau kelompok ini melakukan, cepat sekali diproses.

"Kalau seperti ini yang terjadi, akan timbul kekacauan dan distrust terhadap institusi penegak hukum. Situasi ini tentunya tidak kita harapkan," ungkapnya.

Akibatnya, masyarakat bisa saja mengambil tindakan main hakim sendiri. Karena merasa institusi hukum hanya tajam ke pihak tertentu, dan tumpul ke pihak lainnya.

Profesionalisme aparat penegak hukum itu penting. Namun, lebih penting lagi, sensitifitas penegak hukum terhadap situasi dan kondisi psikologis masyarakat.

"Aparat hukum sudah paham banget tentang ini, karena mereka sudah belajar banyak dalam berbagai tingkatan pendidikannya. Belajar tentang sosiologi dan psikologi masyarakat. Apalagi, berhadapan dengan masyarakat, merupakan pekerjaan mereka sehari-hari," imbuhnya.

Intinya, lanjut Herzaky, tegakkan aturan seadil-adilnya, tanpa pandang bulu. Jangan berlindung dibalik aturan formal prosedural. Publik bisa merasakan, jika ada ketidakadilan perlakuan yang terjadi. Hukum itu untuk menegakkan keadilan, bukan mempertontonkan ketidakadilan, apalagi kesewenang-wenangan.

"Kita percaya, aparat penegak hukum sudah berusaha yang terbaik dalam menegakkan hukum dan keadilan. Semoga dalam kedua kasus itu bisa berlaku adil," tutupnya mengakhiri wawancara. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00