PLN Santuni Lebih Dari 1.000 Anak Yatim Dhuafa

Daerah  SENIN, 13 MEI 2019 , 21:07:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

PLN Santuni Lebih Dari 1.000 Anak Yatim Dhuafa

Suasana Acara Buka Puasa Bersama PLN UIW Kalbar/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Melalui Program PLN Peduli, lebih dari 1.000 Anak Yatim, Dhuafa, Guru Ngaji, Marbot Masjid dan Purnakarya di Kalbar, dipastikan menerima santunan dari PLN.
Selain berbentuk uang tunai, santunan dan bantuan yang diberikan juga berupa paket sembako, material untuk pembangunan rumah ibadah, serta membantu pembinaan ekonomi kreatif yang ada di masyarakat melalui Rumah Kreatif BUMN.

Pada bulan suci Ramadhan tahun ini, PLN juga menggelar program 'Mudik Bareng' serta program 'PLN Mengajar' untuk siswa SD hingga SMA/SMK. Seluruh program 'PLN Peduli' hingga bulan Mei tahun 2019 ini telah menyalurkan dana kurang lebih senilai 1 Milyar Rupiah.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN se-Provinsi Kalbar dan program Corporate Social Resposibility (CSR) yang telah dilaksanakan oleh PLN Group Regional Kalimantan Barat.

Pemberian santunan juga akan dilaksanakan pada acara buka puasa bersama yang dipusatkan di Pontianak Convention Center (PCC) pada Senin (13/5). Dalam kesempatan ini, PLN mengundang lebih dari 220 Anak Yatim dan Dhuafa dari 9 Yayasan yang ada di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Direktur Bisnis Regional Kalimantan, Machnizon Masri, berkesempatan memberikan santunan secara simbolis kepada salah satu Pimpinan Yayasan Panti Asuhan dengan total santuan sebesar 44 juta rupiah.

"Kerja keras yang dilakukan oleh PLN dalam melayani pelanggan tidak akan berhasil tanpa dukungan dan doa dari masyarakat. Sebagai bentuk rasa syukur kami, PLN merasa perlu berbagi dengan anak yatim dan kaum Dhuafa yang membutuhkan melalui kegiatan ini. Dalam kesempatan ini, saya mohon do'anya, semoga Pegawai PLN dan keluarganya diberikan kekuatan dan kesehatan agar dapat menjalankan tugas dengan baik," ucapnya.

Menurutnya, kerja keras yang telah dilakukan membuahkan hasil dengan semakin membaiknya kondisi kelistrikan di beberapa daerah, kita berharap semangat untuk berjualan listriknya juga semakin meningkat.

"Di bulan Ramadhan ini, diharapkan seluruh karyawan tetap semangat dalam menjalankan tugas. Mudah-mudahan semua rencana yang telah kita buat dapat diwujudkan dengan baik," harapnya.

Pimpinan panti asuhan Al-Amien, Abah Rohim, yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas kepedulian PLN dalam menyantuni Anak Yatim dan Dhuafa.

"Selain menerangi rumah-rumah kami, hari ini PLN telah memberikan manfaat kebaikan bagi kita bersama. Terima kasih kami ucapkan kepada PLN atas bantuan yang telah diberikan, semoga kedepannya PLN semakin jaya dan sukses dalam melayani masyarakat," ungkapnya.

Terkait kesiapan PLN dalam menyambut bulan Ramadhan, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat, Agung Murdifi menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan 1.464 personil yang tersebar di 111 Kantor Pelayanan di seluruh Kalimantan Barat.

"Petugas yang kami siagakan bertujuan untuk mengamankan pasokan listrik, mulai dari sisi pembangkit, jaringan distribusi hingga ke pelanggan. Kami berharap listrik selama bulan Ramadhan ini tetap stabil dan handal. Kami siapkan Petugas yang stand by selama 24 jam. Mereka bertugas secara bergantian dalam sehari," jelasnya.

Menurutnya, saat ini PLN Kalbar memiliki daya mampu yang cukup kondusif, yakni sekitar 650 MW. Sedangkan, beban puncak tertinggi hingga pertengahan Mei 2019 sebesar 400 MW, berarti masih surplus hingga 200 MW.

"Saat ini sistem kelistrikan di seluruh Kalimantan Barat memiliki surplus daya. Kami prediksi sepanjang bulan Ramadhan ini beban puncak bertambah sebesar 50 MW. Namun, daya mampu mesin pembangkit kami masih cukup, bahkan surplus meski dengan tambahan beban tersebut," imbuhnya.  

Diakuinya, saat ini kawat layang-layang serta tanam tumbuh milik warga masih mendominasi penyebab terganggunya pasokan listrik.

"Pohon dan kawat layang-layang masih mendominasi penyebab terganggunya pasokan listrik, baik pada jaringan distribusi maupun transmisi. Kami himbau kepada masyarakat untuk turut menjaga kehandalan listrik, karena listrik milik kita bersama, jika pasokan listrik mengalami gangguan maka masyarakat juga akan terganggu aktivitasnya selama bulan suci Ramadhan ini. Kami akan terus berusaha untuk memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan," tutupnya. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00