Demokrat: Fitnah Terhadap SBY Sangatlah Keji

Politik  SABTU, 11 MEI 2019 , 10:12:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Demokrat: Fitnah Terhadap SBY Sangatlah Keji

Herzaky M. Putra/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Deputi Kogasma Partai Demokrat, Herzaky M. Putra, menegaskan fitnah yang dilakukan di berbagai akun medsos terhadap SBY beberapa hari ini, sangatlah keji. Keji karena kontennya yang penuh dengan kebencian dan tertuju pada sosok pribadi SBY.
Herzaky mengecam bentuk-bentuk politik hitam seperti ini. Politik hitam sangatlah tidak sehat dan berpengaruh negatif untuk demokrasi kita. Apalagi, SBY bukanlah aktor yang berlaga dalam pilpres kali ini. Jokowi dan Prabowo-lah yang bersiteru dalam kontestasi politik lima tahunan untuk kedua kalinya. Sedangkan SBY dan Demokrat berada di barisan koalisi pengusung Prabowo. Tapi, mengapa malah SBY dan Demokrat yang difitnah habis-habisan? Ada apa sebenarnya ini?

"SBY sendiri selama tiga bulan terakhir sedang fokus mendampingi Bu Ani, istrinya yang sedang sakit parah di Singapura. Bu Ani saat ini sedang menjalani pengobatan dan perawatan untuk kanker darah stadium IV. Pak SBY pun sebenarnya sedang menepi dari politik sehari-hari dan memberikan ruang kepada AHY selaku Komandan Kogasma untuk memimpin kampanye Partai Demokrat di Pileg dan Pilpres 2019 lalu," ungkapnya kepada Kantor Berita RMOLKalbar, Jumat (10/5).

Karena itu, lanjutnya, sungguh keterlaluan dan tidak punya hati orang-orang yang tega memfitnah Pak SBY saat ini. Bagaimana rasanya kalau istri kita yang sedang sakit parah, kita sedang fokus merawatnya, tapi malah diserang dengan berbagai fitnah secara masif?

"Elit politik dan kubu yang memfitnah Pak SBY saat ini sepertinya sedang sakit jiwa. Entah karena khawatir tidak menang atau apa, sehingga merasa perlu mencari kambing hitam. Jika elit-elit politik kita terus-terusan berperilaku seperti ini, ujar Herzaky, wajar saja masyarakat akar rumput pun akhirnya semakin tidak rasional dalam berpolitik," ujarnya.

Seharusnya, sambungnya, jika mengalami permasalahan dalam konteks proses maupun hasil di Pemilu 2019 ini, silahkan gunakan mekanisme yang berlaku. Untuk proses, laporkan ke Bawaslu. Untuk hasil, silahkan ke KPU dan MK.

"Semoga kedua kubu yang berlaga di pilpres kali ini, bisa menjaga akal sehatnya dan tidak menggunakan cara-cara tercela dalam mengawal proses penghitungan suara saat ini," tutupnya. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00