Segera Inventarisir, Rosalina Menargetkan Satu Desa Satu PAUD

Pendidikan  SENIN, 06 MEI 2019 , 17:32:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Segera Inventarisir, Rosalina Menargetkan Satu Desa Satu PAUD

Foto/Humas Pemkab

RMOLKalbar. Rosalina Muda Mahendrawan resmi menjabat Bunda PAUD Kabupaten Kubu Raya. Ia dikukuhkan bersama Bunda PAUD Provinsi dan Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Jumat (3/5).
Usai pengukuhan, Rosalina mengatakan langkah pertamanya selaku Bunda PAUD adalah segera menginventarisasi PAUD-PAUD yang ada di Kabupaten Kubu Raya.

"Tentunya saya berharap kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya. Setelah itu kita akan bicarakan dengan berbagai pihak terkait selanjutnya apa, kemudian pemerintah daerah punya target apa terhadap PAUD ini, terutama Dinas Pendidikan," ujarnya.

Rosalina mengaku akan fokus pada arahan Gubernur Sutarmidji, yakni terkait realisasi satu desa satu PAUD. Hal itu guna mendukung rencana aksi peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) Provinsi Kalimantan Barat dalam upaya mewujudkan desa mandiri, yang salah satu indikatornya adalah keberadaan lembaga PAUD di tingkat desa.

"Tentunya sesuai arahan Gubernur dan Bunda PAUD Kalbar, selain kita menyiapkan tempat pendidikan yang terbaik buat anak PAUD, juga di setiap desa harus ada PAUD. Kemudian tenaga pengajar juga harus berkualitas sehingga anak didik di PAUD bisa mendapatkan pendidikan yang sesuai," tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Frans Randus, mengaku optimistis akan masa depan PAUD di Kabupaten Kubu Raya. Menurut dia, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan merupakan sosok yang sangat peduli dengan pendidikan anak usia dini.

"Bahwa PAUD punya peran penting selalu bupati sampaikan dalam setiap kesempatan. Saya pikir ini nyambung dengan Bunda PAUD yang juga fokus dengan pendidikan anak khususnya PAUD," sebutnya.

Frans menyatakan di Kabupaten Kubu Raya relatif tidak ada persoalan terkait PAUD. Menurut dia, hanya program ke depan saja yang harus ditingkatkan. Adapun beberapa kegiatan yang menunjang eksistensi PAUD telah dilakukan. Seperti honor guru PAUD, pelaksanaan berbagai diklat dan workshop peningkatan kapasitas guru PAUD, pemutakhiran data Dapodik PAUD, kurikulum PAUD, hingga pendidikan dasar guru-guru PAUD sudah dilakukan setiap tahunnya melalui APBD.

"Hingga kini koordinasi antara dinas pendidikan sebagai leading sector dengan pemerintah daerah sudah on the track," ucapnya.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji peningkatan peran Bunda PAUD. Sehingga nantinya dapat terwujud satu desa satu  PAUD  dalam upaya mewujudkan desa mandiri di Kalimantan Barat. Ia menjelaskan tahun ini pihaknya menargetkan ada 63 desa dari 12 kabupaten yang ditetapkan menjadi sasaran rencana aksi peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019. Ke-63 desa itu merupakan desa-desa yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten menjadi desa mandiri.

"Nah, salah satu indikator terwujudnya desa mandiri itu adalah keberadaan lembaga PAUD di tingkat desa. Makanya kita  mendorong agar setiap desa memiliki PAUD dan saya harap ini bisa disikapi oleh Bunda PAUD yang ada di tingkat provinsi sampai tingkat desa," ujar Sutarmidji.

Bunda PAUD Kalimantan Barat Lismaryani Sutarmidji mengakui sulitnya merealisasikan satu desa satu PAUD. Hal itu disebabkan kendala kondisi geografis daerah yang  sulit dijangkau. Dirinya berharap Bunda PAUD dapat menjadi panutan di wilayahnya  masing-masing. Menurutnya, Bunda PAUD tidak hanya berperan dalam meningkatkan bidang pendidikan, tapi juga kesehatan, pemenuhan gizi, dan perlindungan anak usia dini.

"Masalah lain yang dihadapi di lapangan adalah faktor ekonomi masih menjadi kendala bagi masyarakat untuk memasukkan anaknya ke PAUD. Hal ini setidaknya menjadi perhatian juga," tambahnya.

Merealisasikan satu desa satu PAUD, Lismaryani menilai pentingnya peran pemerintah daerah terkait hal itu. Selain memaksimalkan keberadaan PAUD di daerah, pemerintah daerah juga harus memenuhi kebutuhan  di setiap desa.

Direktur Pembinaan PAUD Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhammad Hasbi, mengatakan saat ini dunia memasuki revolusi industri keempat yang ditandai dengan persaingan yang tidak memandang batas daerah, di mana keadaan ini menuntut akselerasi perkembangan sumber daya manusia agar bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam jangka waktu puluhan tahun ke depan.

"Ini jelas menjadi tantangan bagi kita untuk mempersiapkan mereka agar memiliki kesiapan yang matang. Dalam hal ini, peran Bunda PAUD sangat strategis dalam meningkatkan akses PAUD di tingkat desa mengingat akses masyarakat terhadap PAUD di Kalbar baru sekitar 73 persen," katanya.

Dengan adanya pengukuhan Bunda PAUD di Kalbar, Muhammad Hasbi berharap program satu PAUD satu desa di Kalimantan Barat dapat terlaksana.

"Hingga kini baru mencapai 57,9 persen di bawah rata-rata nasional sebesar 68 persen. Artinya Kalbar memiliki pekerjaan besar untuk membentuk kelembagaan PAUD di tingkat desa," katanya. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00