Bangkitkan Industri Ekowisata Kubu Raya, Muda Dorong Pelestarian Mangrove Dan Habitat Pesut

Pariwisata  RABU, 01 MEI 2019 , 09:09:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Bangkitkan Industri Ekowisata Kubu Raya, Muda Dorong Pelestarian Mangrove Dan Habitat Pesut

Dialog Kebijakan Pelestarian Mangrove dan Habitat Pesut/Humas Pemkab

RMOLKalbar. Sedikitnya 30 ekor pesut ditemukan di sejumlah lokasi di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Kayong Utara. Diantaranya di Sungai Sepade, Tanjung Enam Belas, Simpang Lidah, Sungai Kerawang, Karang Anyar, Muara Padu Empat, Sungai Dualan dan Sungai Perling.
Hal itu diketahui dari hasil survei dan pemantauan kemunculan pesut yang dilakukan oleh organisasi JARI Indonesia Borneo Barat pada bulan Januari, Maret dan Mei 2018 lalu.

"Belum ada data populasi yang pasti. Namun dari akumulasi perjumpaan dan jumlah setiap perjumpaan, diperkirakan populasi pesut di perairan Kubu Raya dan Kayong Utara lebih dari 30 individu pesut dengan warna hitam, abu-abu dan putih," ungkap Manajer Program JARI Indonesia Borneo Barat, Aris Munandar, pada kegiatan Workshop dan Dialog Kebijakan Pelestarian Hutan Mangrove dalam Upaya Habitat Pesut di Perairan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, di Gardenia Resort Kubu Raya, Selasa (30/4).

Saat ini, lanjutnya, JARI Indonesia Borneo Barat melalui dukungan program Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan, yang merupakan kerjasama pemerintah Indonesia dan Amerika, sedang melakukan pengumpulan data tentang keberadaan pesut dan kondisi lingkungan habitat pesut di perairan Kubu Raya dan Kayong Utara. Hal itu dilakukan sebagai bahan untuk mengupayakan adanya kebijakan tentang perlindungan habitat pesut.

"Sebagai upaya mendorong adanya kebijakan untuk melindungi habitat pesut, khususnya di perairan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya, JARI Indonesia Borneo Barat telah menyusun sebuah dokumen usulan kebijakan atau policy brief yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya," ujarnya.

Aris menuturkan, workshop dan dialog yang digelar pihaknya bertujuan menyebarluaskan informasi tentang keberadaan pesut dan kondisi lingkungannya kepada pemangku kepentingan terkait di Kabupaten Kubu Raya. Selain itu, juga membangun komitmen para pemangku kepentingan untuk bersama-sama melakukan upaya perlindungan pesut sesuai dengan kewenangannya.

"Momen workshop ini sekaligus untuk menyampaikan usulan kebijakan atau policy brief pelestarian hutan mangrove dalam upaya perlindungan habitat pesut di perairan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya," imbuhnya.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya komit mendorong pelestarian hutan mangrove sekaligus keberadaan populasi pesut di Kubu Raya. Menurutnya, adanya pesut mengindikasikan baiknya kualitas mangrove di Kubu Raya.

"Tidak mungkin pesut itu mau bertahan kalau tidak ada makanan dan tempat tinggal yang nyaman bagi pesut tersebut," tuturnya.

Muda mengapresiasi usulan kebijakan atau policy brief terkait pelestarian hutan mangrove dalam upaya perlindungan habitat pesut yang disampaikan JARI Indonesia Borneo Barat. Ia mengaku akan mengkaji usulan tersebut karena berkaitan dengan rencana strategis ke depan. Terlebih Kabupaten Kubu Raya telah memiliki instrumen peraturan bupati terkait penetapan kawasan strategis kabupaten. Nantinya kawasan strategis tersebut dapat dimasukkan dengan dikaitkan pada jalur-jaur keberadaan pesut yang juga berhubungan dengan peletarian hutan mangrove.

"Tinggal dilihat perbup yang dulu. Jadi perbup itu masih berlaku dan tinggal ‘dihidupkan’ lagi dengan tambahan konten yang bisa memperkuat perbup itu," ucapnya.

Lebih jauh, Muda menyebut keberadaan pesut di wilayah Kubu Raya dapat menjadi satu di antara daya tarik wisata Kabupaten Kubu Raya. Terlebih, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga telah mengarahkan Kubu Raya agar menjadi daerah yang lebih 'terlihat', khususnya sebagai bagian dari industri pariwisata ekowisata.

"Karena melihat daerah ini sebagai pintu udara dan pintu muara. Jadi semua pintu ini merupakan peluang. Terkait dengan hal inilah maka kita perlu ada ikon atau isu yang menarik semua kalangan," sambungnya.

Menurutnya, keberadaan pesut juga dapat menjadi cerita menarik untuk sektor pariwisata. Namun hal itu harus dikemas agar ada efek yang kuat untuk mengundang kunjungan berbagai pihak. Untuk itu, Muda menyebut pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya generasi muda. Kaum muda, menurutnya, dapat dijadikan sasaran program untuk membangkitkan ekowisata dan sebagainya. Mewujudkan hal itu, Muda menilai perlunya konsolidasi antara lain dengan pihak sekolah-sekolah dan entitas lainnya.

"Karena sekarang ini kan pasar digital wisata propagandanya harus bagus mengepungnya. Buzzer-buzzer digitalnya harus banyak. Harus membuat orang penasaran ada apa di perairan Batu Ampar Kubu Raya. Orang jadi penasaran dan dari manapun pun mereka ingin mengejar," paparnya.

Cara lain membangun ekowisata, lanjutnya, dapat dilakukan dengan mengajak anak-anak muda untuk aktif menulis. Dengan bantuan internet, maka tulisan terkait potensi daerah akan mengundang minat orang untuk berkunjung.

"Mudah-mudahan anak-anak muda juga bisa menulis di blog soal ini. Pelan-pelan dengan segala kemampuan literasi yang ada, bisa dibikin tulisan yang ringan-ringan. Ini juga kita dorong bagaimana anak-anak muda memperhatikan hal-hal yang ada di sekitar mereka," tukasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00