Pilpres Bikin Masyarakat Terbelah Dan Baperan

Nusantara  SABTU, 20 APRIL 2019 , 23:18:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Pilpres Bikin Masyarakat Terbelah Dan Baperan

Ilustrasi/Net

RMOLKalbar. Tajamnya persaingan di Pilpres 2019 membuat masyarakat Indonesai terbelah dua. Besarnya pengaruh persaingan politik kedua kubu sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologi masyarakat saat ini.
"Kemarin (pemilu 2014) juga kondisinya gini tapi sekarang lebih parah karena tajam banget sebab dalam Pilpres terbagi jadi dua kelompok sehingga persaingan makin tajam," kata Dosen departemen psikologi klinis, yang juga asosiat di pusat psikologi Unpad, Ahmad Gimmy Prathama, kepada redaksi, Sabtu (20/4).

Terlebih saat ini kedua kubu sama-sama mengklaim kemenangan disaat wasit dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum siap dengan pengumuman yang sebenarnya.

"Sehingga waktu satu bulan ini sangat rawan," ujar pria yang biasa disapa Gimmy

Menurut Gimmy, kondisi ini terjadi karena masyarakat mengindentifikasi diri dengan pilihannya sehingga menganggap apa yang terjadi pada pilihannya adalah sesuatu hal yang terjadi dirinya.

" Jadi identifikasi pada pemilih sangat lekat, Sehingga ketika muncul pernyataan ada kecurangan rasanya diri sendiri yang dicurangi," jelasnya.

Begitu juga jika terjadi kesalahan dalam perhitungan misalnya, masyarakat seperti dirinya sendiri yang dizolimi

"Sehingga yang muncul adalah emosi yang tidak lagi rasional tapi sangat emosional," tandasnya. [rah]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00