Lantik Sekda Kubu Raya, Muda: Kerja Nyata, Langsung Pada Problem Yang Ada!

Daerah  SENIN, 15 APRIL 2019 , 17:53:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Lantik Sekda Kubu Raya, Muda: Kerja Nyata, Langsung Pada Problem Yang Ada!

Muda Mahendrawan saat melantik Sekda KKR/Humas Pemkab

RMOLKalbar. Yusran Anizam resmi menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya usai dilantik Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (15/4).
Yusran sebelumnya menjabat Kepala Bappeda Kabupaten Kubu Raya merangkap penjabat sekretaris daerah selama tiga bulan. Pelantikan Yusran mengakhiri ketiadaan sekretaris daerah definitif yang dialami Kabupaten Kubu Raya selama beberapa tahun terakhir.

"Agenda ini sangat istimewa bagi Kubu Raya, karena khusus untuk pimpinan birokrasi tertinggi, yakni sekretaris daerah, sudah lama kita tidak punya sekretaris daerah definitif," ujar Muda Mahendrawan dalam sambutannya.

Muda mengatakan tanggungjawab sekretaris daerah bersama aparatur pemerintah daerah sangat besar. Hal itu mengingat Kubu Raya sebagai sebuah kabupaten, dibentuk dengan perjuangan seluruh elemen masyarakat yang mengharapkan adanya perubahan.

Sekretaris Daerah, lanjutnya, harus mampu mengkoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik program dan rencana kerja, hingga pada hal-hal yang strategis.

"Yang itu semua adalah untuk bisa membawa arah kebijakan yang sudah disepakati bersama dan telah disusun di dalam RPJP maupun RPJMD Kabupaten Kubu Raya yang akan terkawal dari tahun ke tahun," ucapnya.

Muda menyatakan masyarakat berharap sangat besar terhadap kepemimpinan daerah dan seluruh perangkat daerah. Karena itu, arah dan sasaran pembangunan harus jelas dan terukur.

Langkah dan kebijakan, menurutnya, harus dilakukan dengan bersandarkan kepada aspirasi masyarakat yang berharap keadilan.

"Sekretaris daerah harus mampu membawa langkah untuk mengkoordinasikan kerja-kerja nyata dan tidak hanya formalitas. Rakyat tidak membutuhkan langkah-langkah formalitas dan sekadar gagah-gagahan. Rakyat itu membutuhkan yang bisa dirasakan sehingga kita harus menyasar dan mendarat langsung kepada problem yang ada," sebutnya.

Muda mengingatkan, era digital dan disrupsi yang serba cepat saat ini menghasilkan sejumlah masalah yang juga cepat. Karena itu, dibutuhkan respon yang cepat pula. Jika masalah direspon hanya dengan tataran formalistik, maka yang akan terjadi adalah disorientasi.

"Justru bukan nilai tambah yang terjadi, melainkan nilai kerusakan dan yang jauh dari keadilan. Pemerintahan dilakukan dalam rangka membuka peluang-peluang dan ruang kepada masyarakat," jelasnya.

Muda kembali mengingatkan, aparatur pemerintah daerah untuk fokus pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Bukan malah sibuk pada urusan-urusan birokrasi sendiri. Pemerintah tidak boleh hanya sibuk dan lebih banyak melayani birokrasi sendiri.

"Pemerintah dan birokrasi itu mutlak ada, dan diberi kewenangan untuk dipergunakan bagi melayani dan membuka peluang-peluang bagi masyarakat yang dipimpin," pesannya.

Muda menegaskan, pelantikan sekretaris daerah definitif menjadi momentum untuk mulai berbenah. Bersama-sama fokus melakukan langkah-langkah yang tepat agar hasilnya nyata di semua sektor dan dirasakan oleh masyarakat.

Sebagai wajah depan Kalimantan Barat dan hinterland penyangga ibu kota provinsi, Muda menyatakan, Kubu Raya wajib dirawat agar masyarakatnya produktif.

"Beban sekarang 604 ribu jiwa. Begitu cepat pertambahan dan pergeseran penduduk di Kubu Raya dengan 162 ribu rumah tangga. Nah, rumah tangga inilah yang harus diurus. Rakyat tidak menuntut banyak, yang penting cukup pangan, gizi, pendidikan, kesehatan, tumbuh kembang yang baik, kehidupan sosial yang baik, ibadah dan seterusnya. Itulah suasana tenang yang diharapkan," paparnya.

Muda mengajak semua pemangku kepentingan daerah untuk bersinergi. Semua pihak harus berpikiran besar, yaitu berorientasi pada kepentingan dan hajat hidup masyarakat.

Ia menilai eksistensi pemerintah dan birokrasi bukan pada pangkat dan jabatan, melainkan pada kepercayaan masyarakat. Karena, fungsi pemerintah bukan hanya sekadar mengurus.

"Yang dibutuhkan dari pemimpin itu adalah menggerakkan, menginspirasi dan mendorong, supaya semua kekuatan bisa maksimal untuk bersama menyerang masalah-masalah yang ada. Agar semuanya bisa mendapatkan hak-haknya sesuai amanat konstitusi," tegasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00