Itu Fakta! Ini Ancaman Untuk Demokrasi Kita

Politik  MINGGU, 14 APRIL 2019 , 17:42:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Itu Fakta! Ini Ancaman Untuk Demokrasi Kita

Herzaky M. Putra/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Pengamat Politik Nasional, Herzaky M. Putra menyatakan bahwa kabar dari Selangor, Malaysia, ini sangat mengejutkan. Mengapa? Karena bisa-bisanya kertas suara dengan jumlah yang sangat banyak di dalam suatu gudang, sudah dicoblos, untuk Capres-nya 01 dan untuk Caleg-nya dari Partai Nasdem.
"Kok bisa-bisanya dalam proses pemilihaan di luar negeri ada situasi yang seperti ini, dan yang mengagetkan lagi adalah kertas suara tersebut bukanlah kertas suara untuk dapil luar negeri, karena di situ (yang tercoblos) adalah Caleg DPR-RI Dapil Jakarta," ungkapnya kepada Kantor Berita RMOLKalbar, Minggu dini hari (14/4).

Ini ada 2 keanehan, lanjutnya, pertama, bisa-bisanya ada puluhan, bahkan ratusan ribu kertas suara yang berada di gudang yang tidak dijaga dan tidak diletakkan dengan baik, padahal kertas suara ini adalah penentu nasib masa depan bangsa kita untuk 5 tahun ke depan. Keanehan yang kedua, bukan hanya karena sudah dicoblos, kertas suara ini bukanlah kertas suara untuk dapil luar negeri.

"Ini menjadi pertanyaan, kenapa kertas suara yang bukan dapil luar negeri bisa sampai sejauh ini dan sudah dicoblos semua. Terlebih lagi, Caleg yang tertera (tercoblos) adalah anak dari Dubes Indonesia untuk Malaysia," tuturnya.

Herzaky menambahkan bahwa hal ini bisa jadi adalah kesalahan yang terstruktur dan sistematis, karena sebelumnya Panwaslu KL sudah meminta adanya penempatan pengawas TPS bergerak, tapi kenyataannya PPLN menolak, ada apa ini? Dan lebih aneh lagi, reaksi dari KPU saat kasus ini terungkap di publik bahwa ini bukanlah hal yang luar biasa, di tengah polarisasi yang demikian tajam diantara para kandidat dan juga para pendukungnya. Dimana seharusnya KPU harus berhati-hati dalam mengelola setiap kertas suara yang dikirim keluar dari gudang ataupun percetakan, yang akan didistribusikan kepada pemilih di seluruh Indonesia.

"Ini KPU gagal dan lalai, dalam menjaga dan melindungi amanah ini!," pungkasnya.

Sedangkan, sambungnya, Bawaslu sudah bertindak positif, karena Bawaslu sudah tegas bahwa itu benar ditemukan, itu fakta! Bawaslu sudah mencurigai sebelumnya bahwa ada potensi pelanggaran pemilu, karena sudah mengusulkan untuk adanya pengawas TPS, namun kenapa tidak diizinkan oleh PPLN?

Herzaky berpesan, jangan sampai ada pelanggaran lalu dinetralisir, bahkan ditutup-tutupi, atau malah kasus serupa justru dijadikan masalah yang sederhana dan biasa-biasa saja, bahaya jika seperti itu.

"Ini adalah ancaman untuk demokrasi kita,' tegasnya. [ben]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00