Apel Gelar Pasukan 'Mantap Brata', Siap Amankan Pemilu Untuk Kalbar Kondusif

Hukum  JUM'AT, 12 APRIL 2019 , 16:56:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Apel Gelar Pasukan 'Mantap Brata', Siap Amankan Pemilu Untuk Kalbar Kondusif

Apel Gelar Pasukan Jelang Pemilu 2019/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Segenap jajaran personel TNI/Polri tampak berbaris rapi di depan Alun-Alun Kapuas, Kota Pontianak.Apel Gelar Pasukan yang diselenggarakan oleh Kodam XII/Tpr dan Polda Kalbar ini, dihadiri Gubernur Kalbar H. Sutarmidji, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Forkopimda, tamu undangan, seluruh pejabat utama Kodam XII/Tpr dan Polda Kalbar, serta segenap pasukan TNI/Polri yang hadir dalam apel tersebut, Jumat siang (12/4).
"Apel ini digelar agar masyarakat Kalbar dapat menyalurkan aspirasi politiknya dengan aman dan sejuk pada 17 April mendatang," ungkapnya.

Pidato sambutan dari Pangdam XII/Tpr kemudian dilanjutkan oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol. Didi Haryono. Sebelumnya, pihaknya menyampaikan bahwa Panglima TNI dan Kapolri berhalangan untuk hadir pada kesempatan Apel Gelar Pasukan ini, berhubungan ada tugas negara lainnya yang menanti.

"Namun, Panglima TNI dan Kapolri berpesan untuk tetap menjaga soliditas, profesional dan netralitas, dalam menjalankan tugas negara," paparnya.

Kapolda Kalbar menjelaskan, kesiapsiagaan pasukan menjelang Pemilu 2019 ini dinamakan dengan 'Operasi Mantap Brata'.

"Apel gelar pasukan ini waktunya penyelenggaraannya terlambat dan sempat diundur beberapa saat, hal ini dikarenakan sebelumnya adanya kunjungan dari Menko Maritim RI Luhut Pandjaitan di Rumah Radakng Pontianak," ujarnya.

Kapolda Kalbar mengingatkan, begitu pentingnya menjaga kondusifitas dalam rangka mewujudkan pembangunan dan kehidupan yang semakin baik.

"Pemilu dalam wujud demokrasi, tentunya perlu jaminan Kamtibmas agar sukses. Pada konteks ini adalah hal yang sangat besar, terutama mengawal proses demokrasi tersebut," imbuhnya.

Kapolda Kalbar memaparkan, ada beberapa potensi kerawanan dalam Pemilu Serentak 2019 kali ini, diantaranya praktik-praktik kecurangan pemilu yang dapat dilakukan sapa saja, yang dapat memicu protes, penolakan dan pergejolakkan di masyarakat.

"Ancaman fisik dan nonfisik dari pihak-pihak tertentu untuk mengganggu Kamtibmas, gangguan fasilitas umum dan perangkat-perangkat penyelenggaraan Pemilu, serta ancaman-ancaman lainnya dalam proses penyelenggaraan Pemilu pada 17 April mendatang," ungkap Jenderal Bintang Dua ini.

Untuk itu, lanjutnya, operasi ini dilaksanakan dengan mengedepankan upaya preventif, yang bersinergi dengan berbagai stakeholder, menuju pada kesuksesan bersama.

"Dilaporkan sebanyak 12.776 personil TNI/Polri dan 32.098 petugas Linmas yang tersebar di seluruh pelosok daerah di Kalbar, siap menjamin keamanan dan mensukseskan Pemilu Serentak 2019," tuturnya.

Kapolda menegaskan, aparat TNI dan Polri akan mengedepankan serta menjujung tinggi netralitas.

Kepada segenap jajaran pasukan yang hadir saat itu, Kapolda Kalbar kembali menegaskan untuk menyiapkan mental dan fisik dengan komitmen moral untuk memberikan pelayanan optimal.

"Petakan potensi kerawanan secara dini, tingkatkan hubungan komunikasi dengan 9 elemen Pemilu, tingkatkan kewaspadaan pada potensi keamanan, serta lakukan pengawasan yang ketat terhadap kinerja anggota TNI dan Polri, agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan pada anggota," lanjutnya.

Kapolda Kalbar menutup pidatonya dengan berpesan kepada seluruh jajaran yang hadir saat itu bahwa melalui Apel Gelar Pasukan ini sebagai momentum tekad dan komitmen, serta memberikan contoh pada masyarakat bahwa TNI dan Polri siap untuk mengamankan Pemilu Serentak 2019 di Kalbar. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00