Soal Petisi Penyidik KPK, Novel: Bukan Gejolak, Tapi Teror Yang Harus Dihentikan

Hukum  KAMIS, 11 APRIL 2019 , 21:22:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Soal Petisi Penyidik KPK, Novel: Bukan Gejolak, Tapi Teror Yang Harus Dihentikan

Novel Baswedan/Net

RMOLKalbar. Novel Baswedan mengakui adanya petisi yang dilayangkan dari sekitar 114 penyidik dan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Memang benar di KPK petisi yang dibuat terkait adanya hambatan-hambatan yang terjadi. Tentunya akan lebih tepat dari wadah pegawai yang menyampaikan. Saya kira itu saja," kata Novel kepada wartwan di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Kamis (11/4).

Namun demikian, Novel enggan menyebut itu bukan merupakan gejolak yang terjadi di internal KPK. Hanya saja, ia menyebut itu merupakan teror yang harus dihentikan.

"Saya kira, petisi itu bukan gejolak, tapi bagian dari teror-teror yang harus diberhentikan," tegas Novel dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Lebih lanjut, Novel menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi di internal KPK dipastikan bukan merupakan gejolak seperti tarik-menarik kepentingan. Sebab, lanjut dia, KPK tidak berafiliasi dengan partai politik manapun.

"Saya kira tuduhan itu tidak benar. Kita tahu di KPK bekerja dengan pola yang saling mengontrol, mengawasi, tidak ada satu bidang kerja yang membawahi semua pekerjaan. Masing-masing pekerjaan dibagi di bidang direktorat dan lain-lain," demikian Novel. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00