Kasus Novel Tak Kunjung Terungkap, 11 April Dideklarasikan Sebagai Hari Teror Pemberantasan Korupsi

Hukum  KAMIS, 11 APRIL 2019 , 20:54:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Kasus Novel Tak Kunjung Terungkap, 11 April Dideklarasikan Sebagai Hari Teror Pemberantasan Korupsi

Aksi Wadah Pengawai KPK/Net

RMOLKalbar. Aksi solidaritas untuk penuntasan kasus Novel Baswedan dilakukan Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Koalisi Masyarakat Sipil dan sejumlah elemen, Kamis (11/4). Aksi dilakukan sebagai sikap terkait kasus Novel Baswedan yang sudah dua tahun ini tidak kunjung terungkap.
Sekitar seribu orang yang berkumpul di depan Gedung KPK memberikan dukungan moril terhadap Novel. Mereka mendeklarasikan tanggal 11 April sebagai hari teror terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Mencanangkan tanggal 11 April sebagai hari teror terhadap pemberantasan korupsi dan pembela hak asasi manusia di Indonesia," kata Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap saat membacakan deklarasi, Kamis (11/4).

Dia menjelaskan, dua tahun peringatan aksi teror terhadap Novel bukanlah seremonial belaka. Hal itu merupakan bentuk perlawanan masyarakat terhadap pelaku penyerangan dan upaya merintangi pemberantasan tindak pidana korupsi.

Untuk itu, Wadah Pegawai KPK mendesak Presiden Joko Widodo segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang independen dalam mengungkap kasus Novel. Sebab, jika dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan akan menimpa pegawai-pegawai KPK yang lain.

"Menuntut kepada presiden RI untuk bersikap tegas dan terang, memerangi teror serta pelemahan KPK. Serta menuntut presiden RI untuk tidak menunda-nunda pembentukan tim TGPF independen," tegas Yudi seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00