LKPI: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 40,9 Persen, Prabowo-Sandi 58,1 Persen

Politik  SABTU, 06 APRIL 2019 , 09:02:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

LKPI: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 40,9 Persen, Prabowo-Sandi 58,1 Persen

Pemaparan hasil survey LKPI/RMOLJabar

RMOLKalbar. Pilpres 2019 Joko Widodo-Maruf Amin diprediksi kalah oleh Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Fakta itu terungkap dari hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) yang dilaksanakan dari tanggal 20 Maret hingga 3 April 2019.
"Tingkat Eletabilitas Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin hanya berkisar 40,9 persen dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 58,1 persen dan tidak memilih 1 persen," ucap Direktur Eksekutif LKPI, Tubagus Alvin dilansir dari Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (5/4).

Alvin mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan merosotnya tingkat keterpilihan Joko Widodo-Maruf Amin, diantaranya soal arah negara di bawah kepemimpinan Jokowi.

Hasil survey LKPI, lanjutnya, sebanyak 58,1 persen masyarakat berpendapat bahwa negara Indonesia saat ini sedang berjalan ke arah yang salah, seperti bertambahnya hutang negara, tingginya tingkat korupsi yang kian merajalela, mempermudah masuknya tenaga kerja asing di Indonesia, serta maraknya jual beli jabatan di pemerintahan dari tingkat desa sampai ke tingkat pusat.

"Tingkat pendapatan dan perekonomian keluarga yang sangat dirasakan oleh masyarakat Indonesia sebesar 85,5 persen selama kurun waktu 4 tahun terakhir juga menjadi alasan masyarakat tidak percaya lagi dengan Jokowi," jelasnya.

Tak hanya itu, terangnya, ketidakpuasan masyarakat dengan keadaan negara saat ini di bawah Kepemimpinan Joko Widodo. Ditambah, berkembangnya ideologi khilafah yang sangat meningkat sehingga mengancam ideologi Pancasila dan suburnya politik identitas dalam kehidupan sosial Politik.

"Hal ini tercermin dari temuan survey sebanyak 79,1 persen sehingga mengakibatkan ketidakpuasan masyarakat mencapai 65,6 persen," tuturnya.

Di sisi lain, Alvin membeberkan sumber perolehan dana dalam melakukan survei kali ini. Karena, kata dia, sebelumnya belum ada lembaga survei yang menjelaskan dari mana dana penelitian didapat.

"Yang pertama, dana didapat dari sumbangan donatur yang terdiri dari pengusaha-pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya. Yang kedua, dana dari LKPI sendiri," bebernya.

Menurutnya, para pengusaha menginginkan survei yang independen untuk menentukan kebijakan usahanya di tanah air.

"Ini juga penting bagi mereka untuk mengambil kebijakan terkait investasinya di Indonesia," pungkasnya.

Perlu Diketahui, survei LKPI melibatkan 2426 responden dengan margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar kurang lebih 1.99 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih, diwawancarai lewat tatap muka oleh surveyor yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 35 persen dari total sample oleh penyedia surveyor dengan kembali mendatangi responden terpilih. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00