Kiyai Ma'ruf: Santri Harus Mengawal Tradisi Bagus

Politik  MINGGU, 24 MARET 2019 , 17:47:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Kiyai Ma'ruf: Santri Harus Mengawal Tradisi Bagus

Kiyai Ma'ruf Amin/Net

RMOLKalbar. Para santri harus memersiapkan diri sebaik mungkin supaya tetap eksis di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini.
Demikian diungkapkan Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin, dalam keterangan pers Santrifest 2019 yang dilansir RMOLJabar, Minggu (24/3).

"Sekarang santri harus memersiapkan diri karena ada revolusi industri," katanya.

Saat memberikan sambutan di acara Santrifest 2019, Kiyai Ma'ruf mengingatkan para santri akan adanya munculnya tradisi-tradisi baru dan banyak tradisi lama yang ditinggalkan.

"Makanya santri harus di depan mengawal tradisi yang masih bagus," ucapnya.

Kiyai Ma'ruf pun mengingatkan para santri untuk tidak minder dan tetap optimis dalam menghadapi perubahan jaman. Baginya, seorang santri bisa berkarir di bidang apapun selama tak melanggar aturan Alloh.

"Santri harus optimis, karena  bisa jadi apa saja. Bisa jadi kyai, gubernur, menteri, dan wakil presiden, atau presiden seperti Abdurahman Wahid atau Gus Dur," sebutnya.

Disela acara, seorang santri, Rofik Rijal, mengatakan bahwa perubahan di era global ini memberikan banyak manfaat pada masyarakat. Namun demikian di mengaku khawatir dampak negatif dari derasnya pengaruh budaya asing yang selama ini harus diterima oleh masyarakat.

"Pemuda dan pemudi yang harusnya jadi ujung tombak dakwah agama justru lebih suka berfoya foya. Maju mundurnya NKRI ada di tangan kita. Maka perubahan global ini hendaknya menjadi faktor pemicu kemajuan dan penguatan iman dan agama. Kita harus sampaikan kebenaran bukan menyebar hoaks," terangnya

Peserta lainnya, Qomariah, menyampaikan bila kemampuan umat menghadapi globalisasi akan menentukan masa depan Islam. Masa depan Islam, lanjut Qomariah, bisa menjadi terang benderang atau justru menjadi suram.

Qomariah mengaku khawatir budaya instan generasi millenial, dengan segala sesuatu dapat kita peroleh secara instans, akan merusak akhlak.

"Kemudahan tersebut sangat mungkin di dalamnya tercemar hoaks. Dan itu menjadi bahaya dan dapat mengancam budaya sendiri. Budaya luar juga mengancam diantaranya melalui fesyen dan film," paparnya

Santriwati itu menyayangkankan banyaknya generasi muda yang terapar budaya asing yang merusak seperti narkoba, kenakalan remaja, seks bebas, tawuran dan lain sebagainya.

"Kini saatnya generasi muda mampu mengambil kesempatan yang baik untuk bangkit. Agama juga memerintahkan memelajari ilmu teknologi," pungkasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00