Pengakuan Faturrahman, Saat Dibagikan Buku 'Rekam Jejak Prabowo Subianto' Oleh Oknum Misterius

Politik  SELASA, 12 MARET 2019 , 09:32:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Pengakuan Faturrahman, Saat Dibagikan Buku 'Rekam Jejak Prabowo Subianto' Oleh Oknum Misterius

Foto/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Masih hangat diingatan kita, tentang oknum misterius yang membagikan Buku Bertendensi Politik di lingkungan beberapa kampus di Kota Pontianak, Senin siang (11/3).
Diduga, upaya tersebut guna menyasar kalangan mahasiswa, yang dimana dari tampilan sampul depan pada buku tersebut cenderung bertendensi menyudutkan salah satu pihak, yakni Capres 02, Prabowo Subianto.

Melawan Amnesia Publik: Rekam Jejak 'Prabowo Subianto', atas Kejahatan Kemanusiaan, Penculikan dan Kerusuhan Mei 1998. Demikianlah judul yang ditangkap dari sampul buku tersebut.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Herzaky M. Putra, saat dikonfirmasi oleh Kantor Berita RMOLKalbar, menuturkan bahwa persepsi publik yang positif terhadap netralitas otoritas pengawas pemilu dan penegak pelanggaran hukum terkait pemilu seperti ini sangat diperlukan untuk menjaga situasi pemilu tetap kondusif, Selasa (12/3).

Karena, menurutnya, selama ini kasus pelanggaran pemilu yang merugikan capres 01, begitu cepat diproses, sedangkan kasus ini cenderung merugikan capres 02.

Pada kesempatan yang berbeda, Kantor Berita RMOLKalbar melakukan suatu wawancara investigasi kepada salah satu mahasiswa yang mengaku mendapatkan buku tersebut dari oknum penyebarnya secara langsung.

Bernama Faturrahman, mahasiswa Polnep Pontianak jurusan Akuntansi ini mengaku melihat dan berinteraksi langsung dengan oknum misterius yang menyebarkan buku bertendensi politik tersebut.

"Tepatnya sekitar pukul 11.30 WIB di Taman Catur Untan. Penampilan dan perawakannya terlihat berbadan besar, agak tua dan badan sedikit kekar," ujarnya, Senin malam (11/3).

Faturrahman mengakui, bahwa oknum tersebut terlihat bukan seperti mahasiswa pada umumnya. Mereka beraksi berdua bersama rekannya dengan menggunakan sepeda motor.

"Nah kak bang bukunya," tuturnya menirukan percakapan oknum tersebut saat beraksi.

Setelah itu, lanjutnya, mereka langsung lari dan meninggalkan tempat tersebut menuju lokasi lainnya. Sepengetahuannya pula, oknum tersebut beraksi di kawasan FMIPA Untan dan Polnep Pontianak.

"Harapan saya, kita sebagai mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh Black Campaign yang dilakukan oleh oknum-oknum seperti ini dan tetap menjaga situasi kondusif sampai Pilpres 2019 mendatang," tukasnya. [ben]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00