Kategori Pemilih Pada Pemilu Serentak 2019

Daerah  SENIN, 11 MARET 2019 , 17:19:00 WIB | LAPORAN: SITI ASSMA

Kategori Pemilih Pada Pemilu Serentak 2019

Ramdan/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Pemilih dibagi menjadi tiga, yaitu yang pertama, pemilih yang terdaftar pada petugas pemuktahiran data Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang kedua, Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), yang karena kondisi dan keadaan tertentu, sehingga yang bersangkutan tidak bisa menggunakan hak suaranya dan bisa memilih di tempat TPS yang diinginkan, yang ketiga, DPK atau Daftar Pemilih Khusus, bahwa pemilih yang tidak terdaftar pada DPT dan memiliki e-KTP, yang bersangkutan bisa menggunakan hak suaranya pada satu jam terakhir pemilihan umum yang dilaksanakan pada pukul 07.00-13.00 WIB, maka pemilih DPK dapat memilih pada pukul 12.00-13.00 siang.
Demikianlah yang dipaparkan oleh Ketua KPU Provinsi Kalbar, Ramdan, dalam acara Deklarasi Pemilu Damai Tahun 2019, yang diselenggarakan atas kerjasama Polda Kalbar, KPU Provinsi Kalbar dan Bawaslu Provinsi Kalbar, bertempat di Q Hall Qubu Resort, Kubu Raya. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menciptakan rasa aman, lancar dan sucses pada Pemilu Serentak Tahun 2019 di Kalbar, Senin pagi (11/3).

Ramdan menambahkan, konsekuensi yang akan diterima oleh khususnya pemilih DPTb atau Pindah Pemilih, antar kecamatan, antar kabupaten dan kota, maka yang bersangkutan mendapatkan 5 jenis surat suara, yaitu Presiden, DPD, DPR-RI, DPRD-Provinsi dan DPRD-Kabupaten Kota.

"Kemudian pindah pemilih antar kecamatan pada daerah pemilihan yang berbeda dalam satu kabupaten maka yang bersangkutan mendapatkan 4 jenis surat suara yaitu Presiden, DPD, DPR-RI, DPRD Provinsi. Pindah pemilih antar kabupaten di dapil DPRD provinsi dan DPR-RI yang sama akan mendapatkan 4 jenis surat surat suara yaitu Presiden, DPD, DPR-RI, DPRD Provinsi," ujarnya.

Berikutnya, kata dia, pindah pemilih antar kabupaten/kota di dapil DPRD Provinsi yang berbeda, maka yang bersangkutan akan mendapatkan 3 jenis surat suara. Pindah pemilih antar kabupaten kota DPRD Provinsi dan DPR-RI yang berbeda, maka yang bersangkutan akan mendapatkan 2 jenis surat suara, yaitu Presiden dan DPD.

Ramdan menegaskan, dalam proses pemungutan suara ada ketentuan yang berkaitan dengan saksi. Yang pertama, saksi hanya untuk satu peserta pemilu, yang kedua, saksi harus menyerahkan surat mandat yang telah ditandatangani pasangan calon tingkat kabupaten/kota atau tingkat diatasnya untuk Pilpres, pimpinan partai politik tingkat kabupaten/kota atau diatasnya untuk Pemilu DPR, DPD dan DPRD Provinsi, atau caleg anggota DPD untuk pemilu DPD.  

"Saksi tidak mengenakan atribut-atribut yang menunjukan peserta pemilu, saksi harus hadir di pelaksanaan tempat pemilu tepat waktu," ungkap Ramdan. [ben]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00