Alasan Syafaruddin Usman Tertarik Menjadi Sejarawan

Budaya  RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 09:17:00 WIB | LAPORAN: AKHMAD HOLILI

Alasan Syafaruddin Usman Tertarik Menjadi Sejarawan

Syafaruddin Usman/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Sebagai salah satu provinsi di Indonesia, Kalimantan Barat tidak memiliki banyak sejarawan, satu diantara sejarawan Kalimantan Barat sendiri yang banyak dikenal masyarakat ialah Syafaruddin Usman.
Ditemui diruang kerjanya, Syafaruddin Usman menyatakan bahwa latar belakang keluarga yang membuatnya tertarik dengan dunia sejarah dan budaya.

"Saya sebetulnya mencintai sejarah dan budaya sejak kelas 3 SMP karena memang lingkungan keluarga kami ialah lingkungan pelaku sejarah. Jadi keluarga besar kami ialah pelaku yang terlibat langsung pada peristiwa-peristiwa bersejarah di Kalimantan Barat yang semuanya adalah pencinta berat republik ini. Pada zaman Jepang tidak sedikit saudara kakek dan nenek saya yang dibunuh Jepang di Mandor yang latar belakang mereka adalah jurnalis para penulis Kalimantan Barat. Ketika lingkungan keluarga besar kami satu persatu harus berpulang saya memikirkan nama besar keluarga yang pernah disandang bersama tidak boleh hilang," ungkapnya, Selasa (19/2).

Dalam memulai kecintaannya terhadap sejarah dan budaya, ia menyatakan sering menulis sejak masih muda.

"Saya sendiri sudah tertarik dengan dunia ini mula-mula saya menulis cerpen, kemudian cerita remaja, puisi dimuatlah koran-koran lokal Kalimantan Barat sejak tahun 1988 dimuat di Akcaya, Majalah Gadis, Majalah Hai dan majalah-majalah terbitan Jakarta. Selingan bekerja sebagai jurnalis kala itu, dikampus saya juga memimpin tabloid Mimbar Untan, saya bersama Nur Iskandar dan Sri Nuraini membuat Mimbar Untan menjadi go publik karena itu kami waktu itu menerbitkan Siapa Perancang Lambang Negara, Hilangnya Satu Generasi dibunuh Jepang, Politik Melayu di Simpang Jalan," tuturnya.

Didunia sejarah sendiri, ia konsisten mengumpulkan hal-hal yang tidak banyak ditekuni kebanyakan orang.

"Di dunia sejarah sendiri saya mengkhususkan diri untuk mengkaji hal-hal yang sampai saat itu sampai berlanjut sampai hari ini tidak banyak orang yang menekuni secara serius untuk mengumpulkan dokumen-dokumen, arsip dan buku-buku lama," pungkasnya. [ben]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00