Bagaimana Kebebasan Pers Di Era SBY?

Politik  SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 11:58:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Bagaimana Kebebasan Pers Di Era SBY?

Herzaky M. Putra (Kanan)/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Pers di era SBY, menurut Herzaky M. Putra, Deputi Kogasma Partai Demokrat, benar-benar nyaman dan tenang dalam melaksanakan tugas pokoknya, yaitu memperjuangkan keadilan, kebenaran dan membela kepentingan rakyat.
"SBY merupakan sosok seorang negarawan yang perlu dicontoh oleh pemerintahan saat ini dan pemerintahan selanjutnya terkait dengan kebebasan pers," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLKalbar, Senin (11/2).

Di era SBY, lanjut politisi asal Kalbar ini, pemerintah benar-benar memberikan ruang kepada pers untuk menyampaikan peristiwa di ruang publik apa adanya. Tidak ada usaha mencegah pemuatan berita seputar aksi-aksi massa yang tidak pro pemerintah. Begitu juga kritik-kritik keras dari lawan politik pemerintah, bisa muncul di ruang publik dan mendapatkan pemberitaan media secara masif tanpa pernah diintervensi pemerintah SBY.

"Pemberitaan yang mengkritik pemerintahan SBY secara berlebihan pun tidak pernah sekalipun diintervensi. Ada salah satu stasiun televisi dalam dua tahun terakhir pemerintahan SBY yang sepertinya tiada hari tanpa mengkritik SBY dan Partai Demokrat. Tapi, tidak ada sekalipun kader-kader ataupun simpatisan Partai Demokrat yang mendatangi stasiun televisi itu untuk mengintimidasi. Apalagi, menggeruduk, merusak kantor media tersebut," ungkap caleg DPR RI dari Partai Demokrat ini.

Menurutnya, SBY memilih menjaga dan menghormati kebebasan pers karena SBY seorang demokrat sejati. SBY meyakini kalau kebebasan pers merupakan unsur penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas demokrasi kita. Kualitas pemimpin seperti ini memang langka di Indonesia.

Harapannya, pemerintahan SBY bisa menginspirasi pemerintahan saat ini dan pemerintahan selanjutnya agar benar-benar menghargai kebebasan pers. Bukan sekedar manis di bibir menghargai kemerdekaan dan kebebasan pers, tapi di belakang sibuk mengintervensi, bahkan mengintimidasi pers.

"Jangan belenggu kebebasan pers," tegas Herzaky di akhir wawancara. [rah]


Komentar Pembaca
Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

SENIN, 22 APRIL 2019 , 15:00:00

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00