Hidayat: Pertanyaan Menteri Rudiantara Kepada ASN Tidak Wajar

Opini  SABTU, 02 FEBRUARI 2019 , 22:06:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Hidayat: Pertanyaan Menteri Rudiantara Kepada ASN Tidak Wajar

Hidayat Nurwahid/Net

RMOLKalbar. Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid menilai pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika atau Menkominfo Rudiantara soal 'yang menggaji kamu siapa' yang ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di kementeriannya tidak wajar.
"Pernyataan verbal beliau, seperti (memanggil) 'bu, bu', itu kan tidak wajarlah, pakai cekak pinggang juga, itu tidak wajarlah,” kata Hidayat kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (2/2).

Anggota Komisi I DPR ini mengingatkan, sebagai seorang pemimpin yang melayani bawahannya, harusnya jangan menghadirkan kondisi yang bisa menimbulkan multitafsir yang macam-macam.

Hidayat mengatakan, kenapa harus mengajukan pilihan nomor 1 atau 2. Kenapa tidak menggunakan pilihan a atau b.

Menurutnya, kalau 1 dan 2, maka pasti akan menimbulkan tafsir macam-macam, apalagi sekarang ini tahun politik.

"Kalaupun misalnya ada bawahan yang punya aspirasi beda, kenapa itu harus disikapi dengan seperti itu. Menurut saya, harusnya beliau bisa jadi pemimpin yang baik bagi seluruh karyawannya," tuturnya.

Hidayat menegaskan bahwa kalau menterinya menginginkan seluruh ASN di Kemenkominfo menjadi penjembatan atau mendamaikan, maka jangan memberikan kebijakan yang bisa menghadirkan hal-hal yang tidak damai. Misalnya, kata Hidayat, pegawai disuruh memilih memilih 1 atau 2, itu sudah dilematis dan pasti ada konotasi-konotasi politiknya.

"Harusnya kalau menginginkan semuanya betul-betul tidak terlibat atau netral, jangan buat sesuatu yang menghadirkan hal tidak netral. Tidak perlu alternatif 1 atau 2, bisa a atau b," ujarnya.

Hidayat sangat menyayankan menkominfo yang harusnya bisa berkomunkasi dengan elegan, tapi tidak menunjukkan hal tersebut. Apalagi, video itu sampai viral di level internasional.

"Menurut saya, sungguh disayangkan belau menkominfo harusnya bisa berkomunikasi dengan elegan tapi beliau memberikan contoh berkomunikasi dengan buruk, karena ini sudah viral tingkat internasional ya," lanjutnya.

Hidayat mengatakan, terlepas dari orang per orangnya, tapi bahasa verbal yang meninggi dan meneriaki seorang wanita yang lagi turun tangga dengan bercekak pinggang dan logika aneh bin ajaib itu, sudah tidak harus dilakukan.

"Kenapa untuk pilihan ini ditanya yang menggaji ibu siapa? Ini kan jadi sangat tendensius. Memang yang menggaji adalah beliau, presiden, kan bukan. Yang menggaji adalah negara melalui uang pajak yang dibayarkan rakyat," imbuhnya.

Menurutnya, yang menggaji ibu siapa itu sebenarnya pertanyaan yang semakin membuat tidak nyaman.

"Harusnya di tahun politik yang semacam ini, beliau jadi bagian yang menengahi, mengademkan, merukunkan, tidak saling membelah," tegasnya lagi.

Saat ditanya apakah pertanyaan itu bisa dikatakan sebagai intervensi, Hidayat pun tegas memberikan jawaban.

"Jelas dong, intervensi. Apa perlunya beliau bertanya siapa yang menggaji anda kalau tidak intervensi? Pasti intervensi," katanya.

Hidayat mengatakan, penjelasan yang sudah disampaikan menteri juga tidak memuaskan, sebab esensinya bukan karena ini kegiatan internal. Tapi, esensinya ketika menteri kemudian dengan bahasa tinggi, bercekak pinggang dan bertanya 'yang menggaji anda siapa' itu adalah suatu hal yang tidak wajar disampaikan.

Seperti ramai diberitakan, kasus ini berawal saat Rudiantara meminta para pegawai Kemenkominfo memilih stiker sosialisasi Pemilu 2019, Kamis (31/1).

Stiker itu rencananya akan ditempel di kantor Kemenkominfo ada dua. Satu warna putih, dan satunya merah. Rudiantara kemudian menamai stiker pertama dengan sebutan nomor 1. Yang putih nomor 2. Rudiantara kemudian menegaskan maksud pernyataannya bukan terkait Pilpres 2019.

Rudiantara lalu melakukan voting dengan sorakan paling keras. Ternyata pilihan stiker nomor 2 mendapat sorakan paling keras. Menteri yang berlatar belakang profesional bidang telekomunikasi itu kemudian meminta seorang pegawai naik ke panggung.

Rudiantara meminta sang pegawai menyampaikan alasannya. Namun, alasan sang pegawai itu justru menjurus pada Pilpres 2019. Inilah yang kemudian membuat pernyataan 'yang gaji kamu siapa' keluar dari Rudiantara. [rah]


Komentar Pembaca
#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

#KataRakyat: Apa sih Unicorn?

RABU, 20 FEBRUARI 2019 , 21:41:00

Nada Dari Nadi Dhani

Nada Dari Nadi Dhani

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

Hilmar Farid - Kebudayaan Bab II (Bag.2)

Hilmar Farid - Kebudayaan Bab II (Bag.2)

SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 10:00:00

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00