Belajar Feminisme, Women March Pontianak Adakan Kelas Feminis Dasar

Lifestyle  SABTU, 26 JANUARI 2019 , 12:03:00 WIB | LAPORAN: ISA OKTAVIANI

Belajar Feminisme, Women March Pontianak Adakan Kelas Feminis Dasar

Foto/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Feminisme memang tidak asing lagi, istilah ini biasa dipakai bagi mereka yang memperjuangkan kesetaraan gender. Namun, ada banyak pemikiran tentang feminisme ini. Untuk pemahaman dasar feminisme yang notabene cukup jarang dilakukan di Pontianak, maka Women March Pontianak menggelar kelas Feminis Dasar dengan tema Gender dan Sex, Jumat malam (25/1).
Koordinator acara, Feli mengatakan bahwa ini merupakan kelas perdana untuk membangun diskusi pemahaman feminisme dan apa saja yang diperjuangkan dan bulan depan akan ada lagi kelas lanjutan dengan tema yang berbeda

"Women March Pontianak (WMP) bukan organisasi atau sekedar perkumpulan semata tetapi orang yang tergabung di sini adalah mereka yang peduli untuk memperjuangkan kesetaraan dan juga berjuang untuk hak bagi mereka yang mendapat perlakuan tidak adil," ujarnya kepada Redaksi RMOLKalbar.

Disela - sela acara Feli juga menjelaskan bahwa kehadiran kita disini bukan hanya karena merupakan korban pelecehan seksual atau ketidakadilan lainnya tetapi kita yang mau memperjuangkan kesetaraan dan hak dari teman-teman yang menjadi korban.

Acara tersebut menghadirkan pembicara nasional, Andy Yentriyani, mantan Komisioner Komnas Perempuan yang sekarang menjadi dosen Universitas Indonesia.

Menurut Andy, feminisme itu hadir memang awalnya dari Amerika karena ada nilai yang diperjuangkan.

"Awalnya memang dari Amerika, mereka melihat harusnya ada keterwakilan perempuan dalam hak politik, yaitu dalam merancang dan mengambil keputusan,” imbuhnya.

Perihal tersebut tidak hanya terjadi di Amerika saja tetapi juga Indonesia. Beberapa contoh seperti terlalu banyak konstruksi sosial yang membuat laki-laki dan perempuan itu harus sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat.

"Sejak kecil perempuan diberi bahan bacaan barbie sedangkan laki-laki tentang teknologi. Bahkan, masyarakat telah menempatkan posisi pekerjaan bagi laki-laki dan perempuan,” lanjutnya.

Sejatinya perempuan dan laki-laki itu memiliki hak yang sama bahkan untuk mengurusi anak juga punya kewajiban serupa.

"Laki-laki dan perempuan memiliki tanggungjawab yang sama untuk mengurus anak sehingga perempuan yang bekerja di rumah itu juga harus dihargai dan jangan hanya dianggap duduk diam, mereka punya tanggungjawab yang besar,” ungkap Andy.

Kesimpulan yang bisa masyarakat harapkan bahwa perempuan dan laki-laki punya kesempatan yang sama dan mereka berhak memilih. Untuk perempuan, mereka berhak memilih apakah ingin bekerja di luar atau menjadi seorang ibu rumah tangga. Menanggapi berbagai pendapat soal feminisme, maka perlunya untuk saling memahami.

"Jika kamu merasakan kegelisahan pernyataan maka pelajari pernyataan itu dengan cermat dan dimana posisimu. Bisa jadi sama atau beda pendapat. Tapi, jika kita sama-sama berjuang untuk kebaikan maka kita akan menemukan kesamaan. Maka, diskusi2 seperti ini penting kita lakukan,” tukasnya. [rah]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00