Eksistensi ORARI Dan RAPI Di Kalbar

Ekbis  KAMIS, 17 JANUARI 2019 , 11:39:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Eksistensi ORARI Dan RAPI Di Kalbar

Zulfy (Kiri) dan Sandiaga Uno (Kanan)/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Zulfidar Zaidar Mochtar menyampaikan harapannya agar Pileg dan Pilpres 2019 dapat berjalan baik dan kondusif, serta terukur. Terkait dengan informasi juga berjalan baik.
"Dulu ada yang namanya ORARI dan RAPI, kelompok-kelompok inilah yang membantu pemerintah, terkait penginformasian kejadian-kejadian di masyarakat. Saat ini menjelang Pileg dan Pilpres 2019, tensinya sudah mulai meningkat. Saya selaku Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Pontianak, menyampaikan pandangan kepada kawan-kawan yang lama bermain di media informasi, khususnya ORARI dan RAPI, untuk dapat menghidupkan kembali jaringan ini, karena inilah informasi yang mutlak dan baik, karena bisa menyampaikan pesan sejauh mungkin," ungkapnya yang akrab dipanggil Zulfy, Kamis (17/1).

ORARI adalah singkatan dari Organisasi Amatir Radio Indonesia, bagian dari International Amateur Radio Union (IARU) yang merupakan Organisasi Amatir Radio Dunia. Ketentuan yang mengatur kegiatan Amatir Radio diatur pula dalam Radio Regulation yang di keluarkan oleh International Telecommunication Union (ITU).

Sedangkan, RAPI merupakan singkatan dari Radio Antar Penduduk Indonesia, adalah sebuah organisasi nirlaba di Indonesia yang beranggotakan pengguna perangkat radio komunikasi. Sesuai dengan namanya, anggota RAPI menggunakan perangkat radionya untuk berkomunikasi dengan sesama anggota masyarakat lainnya.

Zulfy menambahkan bahwa ORARI dan RAPI perlu dikembangkan dan dihidupkan kembali, karena sesuai misinya yaitu berperan untuk menyampaikan pesan yang baik kepada masyarakat publik.

"Disaat momentum politik Pileg dan Pilpres 2019 ini, saya mengharapkan saudara-saudaraku yang bekerja, memiliki hobi dan menyenangi ORARI dan RAPI, itu dapat eksis dan menghidupkan kembali dalam menginformasikan segala informasi, baik di Kota Pontianak maupun di Kalbar," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLKalbar.

Kenapa bisa demikian? Apakah sejauh ini memang eksistensi dari ORARI dan RAPI di Kalbar sudah tidak ada lagi?

"Pada kurun waktu beberapa tahun ini agak sedikit menurun, padahal dulunya orang-orang ORARI dan RAPI ini luar biasa. Zaman tahun 80-an sampai dengan 90-an ini, ORARI dan RAPI ini berkembang luar biasa hebatnya, dan fungsinya sangat jelas, sosial kepada masyarakat. Karena dasarnya mereka memang hobi, kendaraan-kendaraanya terkadang dihiasi dan diberikan alat komunikasi dengan baik," tandasnya.

Zulfy menjelaskan bahwa lingkup inilah yang kita perlukan, agar kita dapat terbantu dalam menjaga keamanan, pencegahan dini konflik dan perpecahan yang dapat menimbulkan efek sosial, tidak hanya terkait dengan permasalahan pemilu, melainkan pada permasalahan-permasalahan lainnya.

Apakah kemajuan teknologi saat ini, seperti hadirnya teknologi handphone dengan aplikasi-aplikasi yang representatif, juga sudah bisa menggantikan dan mempengaruhi fungsi dari jaringan radio yang notabene adalah dasar dari aktivitas ORARI dan RAPI?


"Ada ruang lain, ada ruang yang memang dikaitkan dengan manusia. Ruang-ruang tersebut diisi oleh pihak, karena memang terdapat segmentasi yang berbeda atas kebutuhan tersebut. Inilah yang saya maksudkan bahwa kehadiran ORARI dan RAPI juga dibutuhkan untuk saat ini," lanjutnya.

Di satu sisi, Zulfi juga memicu kawan-kawan dari ORARI dan RAPI untuk menghidupkannya kembali dengan tujuan terkait menjaga keamanan, pencegahan dini konflik dan perpecahan yang dapat menimbulkan efek sosial. [rah]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00