Muhammadiyah Siap Implementasikan Program Transfer Teknologi Di Desa-Desa Mandiri Se-Kalbar

Daerah  MINGGU, 13 JANUARI 2019 , 12:28:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Muhammadiyah Siap Implementasikan Program Transfer Teknologi Di Desa-Desa Mandiri Se-Kalbar

Foto/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Pada Konferensi Pers Akhir Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Polda Kalbar pada Senin, (31/12) tahun lalu, Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum dalam sambutannya sempat memaparkan sedikit perihal tentang Program Desa Mandiri yang akan diterapkan selama 5 tahun periode kepemimpinannya di Kalbar.
Program ini merupakan model penanganan desa yang benar dalam melanjutkan nawacita untuk membangun dari pinggiran.

Dalam pemaparannya saat itu, Sutarmidji menargetkan untuk pencapaian 406 Desa Mandiri dari 2036 desa yang ada di Kalbar, dalam kurun waktu 5 tahun.

Bak gayung bersambut, pada kesempatan yang berbeda, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat bersama Majelis dan Lembaga telah menyepakati untuk merumuskan Program Desa Mandiri Binaan Muhammadiyah Kalbar, Selasa (8/1).

Berkenaan dengan hal tersebut, PWM Kalbar menunjuk 1 tim beranggotakan 10 orang, yang diketuai oleh Eka Indah Rahardjo, M.Si selaku dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Eka selaku ketua tim perumus, juga pernah menjadi tim fasilitator Project dari Kemendes PDTT RI selama 3 tahun berturut-turut di tahun 2015-2017 dalam program Rencana Pengembangan Kawasan Perdesaan (RPKP) di 6 Kabupaten di Kalbar.

Eka memaparkan tupoksi dari tim perumus tersebut, diantaranya memetakan kemungkinan-kemungkinan desa yang berpotensi menjadi Desa Mandiri dan menetapkan desa-desa yang akan dijadikan Desa Mandiri Binaan Muhammadiyah, Minggu (13/1).

"Suatu amanah yang berat diberikan kepada saya dan tim untuk membentuk 200 Desa Mandiri dari 400 desa yang diinginkan Pak Gubernur Kalbar. Insyaa Allah siap untuk diwujudkan dengan bekerja bersama tim secara cepat dan tepat, serta berbobot, dalam menyelesaikan proposal Program Desa Mandiri PWM Kalbar, ujar Eka yang juga selaku Ketua Umum DPD Alumni IPB Kalbar kepada Kantor Berita RMOLKalbar.

Eka menambahkan bahwa terdapat 15 parameter yang dapat dikembangkan sebagai kriteria terbentuknya Desa Mandiri. Kata kuncinya adalah Desa Mandiri, yaitu desa yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dan tidak semata tergantung dengan bantuan dari pemerintah dan pihak lain. Kalaupun ada bantuan sifatnya hanya stimulan.

Parameter Desa Mandiri Binaan Muhammadiyah Kalbar, diantaranya:
1. Sampras (pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, akses jalan dan lain-lain)
2. Peningkatan pendapatan kesejahteraan
3. Pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) berkelanjutan
4. Kemampuan menunjang pembangunan sendiri
5. Kemampuan memenuhi kebutuhan sendiri
6. Kemampuan mengatur dirinya sendiri
7. Tidak bergantung pada bantuan luar
8. Punya sumber pendapatan sendiri
9. Masyarakat mampu dan gotong royong membangun desa
10. Sudah punya hak yang jelas dan bisa memanfaatkan hasil
11. Peningkatan kemampuan (skill)
12. Kemandirian dan Pemberdayaan
13. Terbuka dengan Pemerintah
14. Adanya aturan-aturan desa
15. Dapat membiayai aparat desa

Bagaimana sinergi kerjasamanya kedepan antara Desa Mandiri Binaan Muhammadiyah Kalbar terhadap Pemerintah Provinsi Kalbar?

"Akan dilakukan kerjasama MoU dan koordinasi dengan Pemprov, Pemda serta Pemkot, dengan mewujudkan implementasi program-program transfer teknologi yang telah disiapkan Muhammadiyah Kalbar di desa-desa mandiri se-Kalbar," tukasnya. [rah]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00