Launching Keputren Amantubillah Nusantara

Budaya  JUM'AT, 11 JANUARI 2019 , 18:59:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Launching Keputren Amantubillah Nusantara

Foto/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Malam Pagelaran Ritual Adat Toana di Keraton Amantubillah Mempawah, ditutup dengan Launching Keputren Amantubillah Nusantara, Rabu (9/1).
Ratu Kencana Wangsa Dr. Ir. Arini Mariam, M.Sc menjelaskan bahwa dalam sejarahnya, Keputren itu termasuk ke dalam badan organisasi kerajaan.

"Keputren pada dasarnya itu anak-anak raja, keponakan-keponakan raja dan semua kerabat yang berhubungan dengan kerajaan, yang dari keputerian, yang kegiatannya berhubungan dengan puteri, mulai dari bidang sosial, bidang ekonomi, mendayagunakan perempuan untuk bagaimana supaya perempuan lebih banyak mempunyai kemampuan (skill) sampai dengan masalah Ketuhanan," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLKalbar.

Aspek yang luas itu akan kita hidupkan lagi di keputren. Saat ini yang masih memiliki keputren belum diketahui pasti, tetapi yang jelas Keraton Jogja sudah lama mempunyai keputren.

Ratu mengatakan bahwa Keputren di keraton-keraton melayu kini sudah lama tidak dihidupkan, dulu di mempawah ini ada, mungkin tidak secara langsung dinamakan keputren, tetapi kegiatannya keputerian, seperti zaman Ratu Mas, kala itu ada kegiatan keputren seperti merajut, memasak dan segala macam keterampilan-keterampilan, diajarkan ke masyarakat sekitar.

"Saat ini Keputren Amantubillah menjadi bagian dari organisasi kerajaan, jadi nanti kegiatan2 itu tetap mulai dari kegiatan kemasyarakatan sampai dengan kegiatan kebangsaan dan kebudayaan. Jadi kegiatannya luas, maka kenapa saya perlu banyak pihak yang ikut mendukung ini, untuk supaya mereka bisa mendukung dan merasa bagian dari kita, kita angkat menjadi Pangeran atau kerabat kerajaan," ungkapnya.

Ratu mengajak untuk bersama-sama bergotong royong mengusung visi kebangsaan untuk membangun bangsa ini.

"Kita angkat menjadi kerabat kerajaan itu, misalnya nanti saya membutuhkan bantuan hukum, media atau sejenisnya, maka kita angkat dari Kemenkumham, sehingga karena yang bersangkutan sudah ada ikatan emosional, pasti mereka akan sigap bersama-sama membantu, sehingga tidak ada gap lagi diantaranya," tandasnya.

Keputren Amantubillah Nusantara sementara berlokasi di Mempawah, tetapi kegiatan yang pertama akan beroperasi secara aktif di Puri Ubud, Pejeng, Bali. Di Puri tersebut, nanti akan ada Ancient Element Healing, yaitu healing dengan cara tradisional (ancient), seperti refleksi, bekam dan sebagainya.

Bagaimana sinergi dengan pemerintah untuk kedepannya?

"Akan kita bicarakan dan mediasi dengan pemerintah tentang pancasila, jadi saya sudah mulai menggali tentang pancasila bahwa pancasila itu bukan sekedar dasar-dasar negara saja, melainkan pancasila adalah pedoman dasar kemanusiaan, karena itu digali dari jati diri manusia, yaitu menggali dari dalam dirinya, jiwa bathinnya. Hal tersebut sudah kita tulis dan jika sudah jadi, maka kita akan beraudiensi dengan Lemhanas RI, Universitas-Universitas yang notabene berbasis sosial politik dan budaya, demi kemaslahatan bangsa, maka mesti dikerahkan oleh perempuan, karena perempuan mempunyai beban moril, sebab dari dialah asalnya manusia," imbuhnya.

Bagaimana korelasi dari tupoksi Keputren Amantubillah terhadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia?

"Bentuk perwujudtannya lebih ke modul-modul pendidikan yang berhubungan dengan kemanusiaan, karena perempuan itu yang mengawali adanya manusia di dunia, maka dia (perempuan) juga yang harus bertanggungjawab untuk menegakkan seperti apa seharusnya kemanusiaan. Di sekolah-sekolah sekarang itu sepertinya kemanusian lebih mengarah ke karitas, seperti halnya bantuan-bantuan kemanusiaan," ujarnya.

Ratu menambahkan bahwa hakikatnya, kemanusiaan itu menjadi manusia yang sejati, dari padanan kata ke-manusia-an, (ke-) itu menuju, (-an) itu artinya sudah menuju kesejahteraan, jadi artinya menuju manusia yang sejati.

"Saat ini, telah salah menempatkan kemanusiaan, saat ini kemanusaan adalah karitas, tetapi kita harus menjadikan diri kita manusia yang sejati, nah saya sangat ingin mengolah konsep itu dan kita sosialisasikan agar itu bisa menjadi modul-modul pendidikan, paling tidak di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Jadi, kita lebih ke Software yah, tidak ke Hardware, seperti membangun-membangun sekolahan, semisalnya Early Childhood Development pada Anak Usia Dini (AUD) seumuran 5 tahun, paling sulit itu menerapkan tentang konsep Ketuhanan. Nanti kita buat pendekatannya, dibuat bagaimana sih cara mengenalkan Tuhan di usia dini, nah ini akan melibatkan konsep pendekatan lintas agama, bahwa Islam, Kristen, Hindu dan lainnya, bisa menggunakan konsep itu," ungkapnya.

Kapan kira-kira kegiatan Keputren Amantubillah Nusantara ini dilaksanakan?

"Sebenarnya sudah mulai, karena masih berhubungan dengan hak cipta, saya belum berani mengeluarkan karya-karya saya. Karena saya sudah mulai menulis, jadi sering saya buat tulisan-tulisan kecil terkait 'Yang Berkehendak itu Manusia atau Tuhan?' begitu, itu yang akan kita bahas, karena Tuhan menghendaki untuk alam ini dikelola dengan baik, agar tetap lestari," lanjutnya.

Ratu mengungkapkan bahwa saat ini masih menunggu tulisan yang tepat, agar tidak dibelok-belokkan tulisannya.

"Insya Allah, tidak lama lagi kita akan launching buku-buku dari Keputren. Jadi saat ini tinggal masalah waktu untuk momentum yang tepat," tukasnya.  [rah]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00