Kepala BASARNAS Pontianak Dianugerahi Gelar Yang Mulia Bhakti Amantubillah Pangeran Anom

Budaya  KAMIS, 10 JANUARI 2019 , 14:18:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Kepala BASARNAS Pontianak Dianugerahi Gelar Yang Mulia Bhakti Amantubillah Pangeran Anom

Foto/RMOLKalbar

RMOLKalbar. Kepala BASARNAS Pontianak, Hery Marantika, S.H., M.Si dianugerahi gelar Yang Mulia Bhakti Amantubillah Pangeran Anom. Gelar ini diberikan oleh Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa Dr. Ir. Mardan Adijaya, M.Sc pada acara Ritual Adat Toana di Keraton Amantubillah Mempawah, Rabu (9/1) malam.
Hery menyatakan bahwa setelah dianugerahi gelar ini, akan kita buktikan dengan aplikasi-aplikasi nyata, jadi dimana pertukaran keilmuan, pertukaran wawasan, baik dari segi budaya maupun keterampilan-keterampilan di bidang SAR, tentunya akan kita coba untuk bagaimana ilmu-ilmu SAR ini bisa masuk ke kerabat-kerabat Keraton Amantubillah Mempawah ini, sehingga manfaatnya akan dirasakan langsung oleh Punggawa-Punggawa yang ada disini

Bagaimana langkah-langkah dari BASARNAS Pontianak untuk meningkatkan kinerjanya setelah dianugerahi penghargaan ini?

"Sesuai UU No. 29 Th. 2014, tugasnya BASARNAS adalah mencari, menolong, menyelamatkan serta mengevakuasi korban, artinya semua lini masyarakat, SAR itu adalah milik masyarakat Indonesia, kantor SAR Pontianak ini adalah milik warga Provinsi Kalbar, sehingga diharapkan akan ada pertukaran-pertukaran ilmu pengetahuan di situ, keterampilan-keterampilan BASARNAS Pontianak milik masyarakat Kalbar," ungkapnya.

Seperti yang diketahui, bahwa Kerajaan Amantubillah Mempawah memiliki Laskar Diraja, apakah kedepannya akan dibuat suatu kerjasama tertentu dari pihak BASARNAS kepada pihak Kerajaan Amantubillah Mempawah?

"Mudah-mudahan akan kita arahkan ke sana, sehingga akan kita legalkan bagaimana bentuk pelatihan-pelatihan SAR, bagaimana nanti bentuk pelatihan-pelatihan budaya. Jadi pertukaran wawasan kebangsaan ini yang akan kita arahkan seperti itu," imbuhnya.

Untuk pendekatan SAR terkait adat istiadat dan kebudayaan daerah, kerabat-kerabat Keraton akan dilatih dulu tentang teknik-teknik ilmu SAR, sesuai dengan teknis-teknis yang sudah diajarkan, baik itu nasional maupun internasional.

"Nah, nanti dari kebudayaan menyesuaikan saja seperti apa, misalnya di Mempawah banyak sungai-sungai di pedalaman, tentunya bagaimana masyarakat di sekitar sini bisa minimal memberikan informasi seperti apa karakteristik sungai, nanti di kolaborasi dengan teknik-teknik SAR yang telah kita pelajari," tandasnya.

Sepanjang tahun 2018, sebenarnya kejadian-kejadian kasus orang hilang dan orang tenggelam di sepanjang alur sungai di Mempawah dan pesisir lautnya sudah cukup banyak, sekitar 30-an kasus yang terjadi. [rah]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00