Kecenderungan Penggunaan Hak Pilih Generasi Milenial Pada Pileg Dan Pilpres 2019

Politik  KAMIS, 10 JANUARI 2019 , 12:21:00 WIB | LAPORAN: BENY KAWISTORO

Kecenderungan Penggunaan Hak Pilih Generasi Milenial Pada Pileg Dan Pilpres 2019

Zulfydar Zaidar Mochtar/Net

RMOLKallbar. Zulfy memaparkan bahwa generasi milenial saat ini lebih cerdas dari pada saat dahulu. Jadi, jika mereka akan memilih untuk kemajuan bangsanya, tentu mereka cenderung memilih capres 02, Selasa (8/1).
Pemilik nama lengkap Zulfydar Zaidar Mochtar ini memaparkan bahwa keyakinan itu bisa dilihat dan diukur pada saat sekarang ini, diantara hal-hal yang mendasari itu, semisalnya ada dugaan pada kelompok non partai, ada orang-orang tertentu saja yang mengamankan aset dan kepentingannya. Sedangkan masyarakat kini tidak terlalu merasakan kenyamanan, salah satunya pada kenaikan harga BBM, tidak ada komunikasi, saat keputusan dibuat sebenarnya harus dikomunikasikan terlebih dahulu.

"Mengingat pada waktu dulu, saat ada kenaikan harga pasti ada pemberitahuan sebelumnya, cara pengumuman juga berhati-hati, kenaikan harga juga tidak begitu drastis. Sekarang ketika terjadi lonjakan kenaikan harga BBM yang cukup besar, lalu uang itu kemana?," ungkapnya.

Jaman dahulu itu, selisih kenaikan harganya sangat tipis. Terkaitkan dengan daya beli masyarakat  saat itu, yang berujung pada naiknya harga kesembilan bahan pokok, pemerintah saat itu berhati-hati, saat ini justru sebaliknya, malah dilepas, terutama berdampak pada kesejahteraan para petani yang kurang diperhatikan.

"Contoh kecil lainnya, saat petani mulai menanam, dengan biaya operasional yang cukup tinggi, begitu panen dan akan dijual, harga sudah jatuh menjadi lebih murah dari harga sebelumnya, dimana untungnya?," ujar Zulfy yang juga sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Pontianak.

Ini menjadi salah satu bukti yang gejala-gejalanya sudah mulai nampak, dengan cara me-ninabobo-kan masyarakat dengan kenaikan gaji pegawai PNS, namun juga sejalan dengan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok.

"Akhirnya timbul pertanyaan, kenapa pemerintah tidak bisa menahan kenaikan harga ini? Dengan mengkonsolidasikan harga-harga yang mulai merangkak naik," tukasnya. [rah]


Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00