Jimly: Jangan Ajarkan Rakyat Membenci Berlebihan

Politik  RABU, 09 JANUARI 2019 , 21:37:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANPUTRA

Jimly: Jangan Ajarkan Rakyat Membenci Berlebihan

Jimly Asshiddiqie /RMOL

RMOLKalbar. Masyarakat Indonesia tidak boleh terbawa perasaan (baper) saat menggunakan media sosial (medsos). Terlebih dalam mengutarakan pilihan dukungan di tahun politik.
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie menilai baper bermedsos hanya akan membuat masyarakat tergiring informasi bohong (hoax).

"Pemilu, pilpres, ini tegang, tapi kita perlu menanggapi itu dengan tenang. Komunikasi saat ini amat seru menjelang pilpres. Kita jangan terbawa perasaan," ujar saat diskusi bertajuk ‘Tinjauan Konstitusi Preferensi Publik dalam Memilih Calon Pemimpin’ di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).

Kepada elit politik, dia juga meminta agar memberi contoh santun dalam berkomunikasi di depan publik. Elite harus memberi pendewasaan politik kepada rakyat.

Jangan (ajarkan) mencintai berlebihan dan membenci secara berlebihan kandidatnya. Sebab itu tidak rasional," tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) itu mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap menghargai siapapun calon yang terpilih dalam Pilpres 2019 mendatang. [rah]

Komentar Pembaca
Pameran Wisata

Pameran Wisata

JUM'AT, 05 AGUSTUS 2016 , 15:25:00

Salam Komando

Salam Komando

KAMIS, 17 AGUSTUS 2017 , 18:24:00

Bintang Persahabatan

Bintang Persahabatan

JUM'AT, 18 AGUSTUS 2017 , 13:32:00